Saat ini, harga rata-rata bijih tersebut sekitar US$30,5/wmt.

>>> Jadwal KA Dharmawangsa Ekspres 2026 Rute Surabaya-Jakarta dan Tarif Tiket

Sementara HPM bijih nikel saprolit (kadar 1,5%) diprediksi di level US$57,13/wmt, masih di bawah rata-rata harga saat ini US$70,7/wmt.

Sulfur digunakan sebagai bahan baku produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) melalui proses HPAL. Produksi 1 ton MHP membutuhkan sekitar 11,7 ton sulfur.

Pada 2025, harga sulfur FoB Timur Tengah sekitar US$170/ton, dan per April 2026 naik ke US$520/ton atau meningkat lebih dari 200%.

Per 28 Mei 2026, harga sulfur Timur Tengah mencapai US$815–US$820 per ton, sedangkan dari Brasil menyentuh US$1.200/ton.

Lebih dari 75% impor sulfur Indonesia pada 2025 berasal dari Timur Tengah, dengan Arab Saudi sebagai pemasok terbesar (1,76 juta ton), diikuti Qatar (967.000 ton), UEA (918.000 ton), Kanada (515.000 ton), Kuwait (366.000 ton), Malaysia (146.000 ton), dan Singapura (115.000 ton).

Harga nikel di LME saat ini bertahan di level US$18.000/ton.

Pada Rabu (10/6/2026) pagi, nikel diperdagangkan di US$18.064/ton, turun 1,51% dari penutupan sebelumnya.

Harga nikel sempat mencapai rekor di atas US$100.000/ton pada Maret 2022 akibat short squeeze, namun sejak itu menurun tajam.

Sepanjang 2024, harga menyentuh rekor terendah di bawah US$14.000/ton dalam empat tahun terakhir.

>>> Tiga Proyek PSEL di Bekasi, Bogor, dan Denpasar Resmi Jadi Proyek Strategis Nasional

Gejala ambruknya harga nikel sudah terdeteksi sejak 2023, dengan rerata harga US$21.688/ton atau turun 15,3% dari tahun sebelumnya, dipicu kelebihan pasokan dan lesunya permintaan.