“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” kata Roberth dalam siaran pers, Rabu (10/6/2026).

Dia juga mengungkapkan harga BBM bersubsidi jenis bensin dan solar atau Pertalite serta Solar, tetap ditahan harganya masing-masing Rp10.000/liter dan Rp6.800/liter.

Adapun, anggaran subsidi dan kompensasi energi Indonesia pada 2026 dipagu senilai Rp381,3 triliun untuk BBM, gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) 3 kg, dan listrik.

>>> Katalog Promo Alfamart Khusus Member Juni 2026: Diskon Sembako dan Produk Harian

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menetapkan kuota subsidi JBKP Pertalite untuk 2026 sebesar 29,26 juta kl.

Berdasarkan data per 17 Mei 2026, penyaluran JBKP Pertalite pada Januari–17 Mei 2026 mencapai 10,45 juta kl atau lebih kecil 525.646 kl dari kuota per 17 Mei sebesar 10,98 juta kl.

Jika dibandingkan dengan kuota sepanjang 2026, realisasi penyaluran Pertalite mencapai 35,74% dari kuota sebesar 29,26 juta kl.

Stok BBM bersubsidi jenis Pertalite per 18 Mei 2026 mencapai 16 hari, sementara standar minimum yang ditetapkan pemerintah tercatat sebesar 18,2 hari.

BPH Migas mencatat stok Pertalite per 18 Mei 2026 mencapai 1,37 juta kl, dengan rencana penyaluran harian atau daily objective throughput (DOT) mencapai 85.560 kl per hari.

Untuk Pertamax (RON 92), stok per 18 Mei 2026 tercatat 561.022 kl dengan rencana penyaluran harian sebesar 20.153 kl per hari, sehingga ketahanan pasokan mencapai 27,8 hari atau di atas batasan minimum 19,9 hari.

Berikut daftar harga BBM Pertamina di Pulau Jawa:

- Pertamax: Rp16.250/liter

- Pertamax Turbo: Rp20.750/liter

- Pertamax Green 95: Rp17.000/liter

- Dexlite: Rp23.000/liter

- Pertamina Dex: Rp24.800/liter

- Pertalite: Rp10.000/liter

>>> BMHS Mulai Bangun Skybridge untuk Integrasikan Layanan RS Bunda Jakarta

- Solar: Rp6.800/liter