Iran Serang Pangkalan Militer AS di Yordania dan Teluk
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal balistik jarak jauh ke Pangkalan Udara Al-Azraq milik Amerika Serikat di Yordania pada Rabu (10/6/2026).
Serangan ini juga menyasar 21 target strategis di kawasan Teluk, termasuk markas Armada Kelima AS di Bahrain dan Pangkalan Ali Al Salem di Kuwait.
>>> Atletico Madrid Tolak Tawaran Rp3,1 Triliun dari Real Madrid untuk Julian Alvarez
Tindakan militer tersebut merupakan respons atas gempuran jet tempur AS yang membombardir sistem pertahanan udara Iran di dekat Selat Hormuz sebelumnya.
IRGC mengklaim rudal mereka berhasil mengenai hanggar jet tempur F-35 dan pusat kendali taktis udara di Al-Azraq.
Seorang perwakilan IRGC memperingatkan bahwa Iran siap meluncurkan balasan yang lebih menghancurkan jika AS melanjutkan serangan.
Angkatan Bersenjata Yordania mengaku berhasil menembak jatuh lima rudal Iran yang menuju Al-Azraq, dengan serpihan jatuh di area kosong tanpa korban.
Di Kuwait, militer mengaktifkan status darurat pertahanan udara di Pangkalan Ali Al Salem, sementara sirene peringatan berbunyi di Bahrain.
Seorang pejabat tinggi Pentagon secara anonim menyatakan hampir seluruh proyektil dan drone Iran berhasil dilumpuhkan oleh sistem perisai udara sekutu.
>>> Anthropic Rilis Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5 dengan Kemampuan Lebih Canggih
AS mengklaim belum ada laporan personel terluka atau kerusakan masif akibat serangan tersebut.
Konflik ini memperumit harapan damai atas perang yang pecah sejak 28 Februari lalu melalui serangan bersama AS-Israel.
Harga minyak mentah dunia langsung naik sekitar 1% pada perdagangan awal bursa Asia menyusul eskalasi tersebut.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menganggap jatuhnya helikopter Apache akibat drone Iran bukan masalah besar karena kedua pilot selamat.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, memperingatkan AS melalui platform X bahwa solusi terbaik bagi mereka adalah angkat kaki.
>>> Jadwal Playoff MPL ID S17 10 Juni 2026: Dewa United vs Geek Fam Pembuka
Perundingan damai masih buntu karena Trump menuntut pembatasan total senjata nuklir Iran, sementara Iran mensyaratkan pencabutan seluruh sanksi dan pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz.
Update Terbaru
Astronom Temukan Angin Kosmik Tercepat di Dekat Lubang Hitam J2318
Rabu / 10-06-2026, 12:55 WIB
NVIDIA Terapkan Jaringan AI-RAN untuk Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia
Rabu / 10-06-2026, 12:55 WIB
Google Luncurkan Fitur AI Try On Berbahasa Indonesia untuk Belanja Fesyen
Rabu / 10-06-2026, 12:55 WIB
Prabowo Targetkan Obat Generik Murah Tersedia dalam Setahun
Rabu / 10-06-2026, 12:52 WIB
Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Telur Ayam Ras Rp26.500 Per Kilogram
Rabu / 10-06-2026, 12:52 WIB
Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Jaga Stabilitas Neraca Keuangan Pertamina
Rabu / 10-06-2026, 12:52 WIB
Pameran Baru Telusuri Akar Regional Budaya K-Pop dan K-Drama
Rabu / 10-06-2026, 12:50 WIB
Anthony Guidera, Aktor The Godfather Part III, Meninggal di Usia 65 Tahun
Rabu / 10-06-2026, 12:50 WIB
Kemenperin Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,59 Triliun untuk 2027
Rabu / 10-06-2026, 12:50 WIB
Samsung Siapkan Galaxy S27 dengan Chipset Exynos 2700
Rabu / 10-06-2026, 12:48 WIB
Ramalan Zodiak Cinta: Taurus Buka Hati, Sagitarius Kurangi Kritik
Rabu / 10-06-2026, 12:48 WIB
Menkeu Siapkan Sembilan Kebijakan Fiskal Hadapi Ketidakpastian Global
Rabu / 10-06-2026, 12:48 WIB
Pilih Waktu Jalan Kaki yang Tepat untuk Kebugaran Tubuh
Rabu / 10-06-2026, 12:48 WIB
Bandai Namco Umumkan Tales of Eternia Remastered Rilis Oktober 2026
Rabu / 10-06-2026, 12:48 WIB






