Perawatan balancing menjadi langkah krusial yang diperlukan pada komponen baterai kendaraan listrik maupun mobil hybrid.

Proses ini berfungsi untuk menyamakan tingkat voltase di setiap sel baterai agar seluruh sistem kendaraan dapat beroperasi secara optimal.

>>> Seal BLDC Motor Listrik Rentan Aus, Bisa Picu Kerusakan Dinamo

Kondisi sel baterai yang tidak seimbang sering kali dianggap sepele oleh sebagian pemilik kendaraan.

Padahal, masalah tersebut dapat memicu berbagai gangguan teknis, seperti akurasi pembacaan kapasitas daya yang menurun hingga berkurangnya jarak tempuh mobil.

Akurasi Battery Management System (BMS) dalam mendeteksi kondisi baterai dapat terganggu jika proses balancing tidak pernah dilakukan.

Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, menjelaskan bahwa situasi tersebut dipicu oleh perbedaan voltase pada masing-masing sel baterai.

Perbedaan tegangan ini pada akhirnya membuat sistem elektronik kendaraan mengalami kesulitan untuk menentukan kapasitas energi yang sebenarnya.

Fenomena tersebut sering kali memicu kesalahan indikator daya pada panel instrumen kendaraan.

"Kalau misalnya baterai tidak di balancing nanti BMS-nya akan kurang akurat membacanya," kata Yogig.

Yogig memaparkan bahwa pada situasi tertentu, terdapat sel baterai yang sudah terisi penuh lebih cepat daripada sel lainnya.

Namun, sistem komputer kendaraan kerap keliru menganggap bahwa seluruh bagian baterai telah terisi secara total.

"Misal ada satu baterai yang sudah penuh dari beberapa baterai, BMS-nya akan membaca full semua padahal masih ada baterai yang belum sepenuhnya penuh," kata Yogig.

>>> Cedera Leher C7 Hambat Momentum Mario Aji di Moto2 2026

Penurunan Performa Jarak Tempuh Kendaraan

Efek nyata yang paling mudah dikenali oleh para pengguna mobil listrik adalah pasokan daya baterai yang terasa sangat cepat habis ketika kendaraan sedang dikendarai.