Atlus resmi mengumumkan Persona 6 dalam acara Xbox Game Showcase. Cuplikan perdana game ini menampilkan atmosfer gelap dan bernuansa horror.

Namun, komunitas penggemar di Jepang justru bersikap skeptis. Mereka tidak langsung memercayai kesan horror yang ditampilkan dalam trailer tersebut.

>>> Indonesia Ajukan Pengecualian Tarif untuk 18 Komoditas Unggulan ke AS

Melalui media sosial Twitter X, para pemain di Jepang mengaitkan trailer itu dengan pola pemasaran Atlus. Mereka mengingat pengalaman serupa saat peluncuran Persona 5 pada 2013.

Saat itu, cuplikan awal Persona 5 menampilkan visual misterius dengan efek suara aneh, kursi terikat rantai, bola besi, dan teks 'You are slave.

Want emancipation'.

Ketika dirilis, Persona 5 justru hadir sebagai game yang stylish dan funky dengan musik Acid Jazz yang energik.

>>> Core: Izin Impor Migas BLU Berpotensi Tumpang Tindih Kewenangan

Pengalaman itu membuat fans Jepang tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan.

Persona 6 sendiri masih mempertahankan premis kehidupan remaja sekolah. Pemain akan menjalani aktivitas harian seperti belajar, membangun pertemanan, dan menjalin asmara.

Namun, kehidupan normal tersebut akan dibayangi misteri gelap, rumor aneh, mitos legenda, dan peristiwa mistis yang harus diselesaikan.

>>> Toby Fox Umumkan Deltarune Chapter 5 Rilis Juni 2026

Fans Jepang menilai nuansa horror pada cuplikan awal belum tentu menjadi representasi tema utama Persona 6. Mereka memilih menunggu informasi lebih lanjut.