Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mengumumkan akumulasi penyaluran pembiayaan industri pinjaman daring telah menembus angka lebih dari Rp1.388 triliun.

Dari total tersebut, sebanyak 38 persen hingga 40 persen disalurkan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

>>> Nagaswara Legacy Hits Sajikan Aransemen Baru Lagu Ikonik di Java Jazz 2026

Data industri menunjukkan bahwa pembiayaan tersebut telah melayani lebih dari 169 juta peminjam aktif.

Tingkat pembayaran tepat waktu dari para peminjam tercatat di atas angka 90 persen sesuai perjanjian.

Peran Krusial Fintech dalam Akses Keuangan

Sekretaris Jenderal AFTECH Firlie Ganinduto menjelaskan bahwa industri ini memegang peran krusial dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat.

Sektor ini menjadi pintu masuk utama bagi kelompok yang sebelumnya belum terjangkau oleh layanan perbankan konvensional.

"Pindar adalah jembatan bagi jutaan orang yang selama ini tidak punya rekam jejak perbankan dan kini bisa mendapatkan modal untuk tumbuh," ujar Firlie.

Pemanfaatan pendanaan mencakup berbagai keperluan produktif dan konsumtif, seperti menambah stok barang dagangan, membiayai pendidikan, serta menjaga kelancaran arus kas operasional usaha.

AFTECH berkomitmen memastikan penegakan tata kelola yang ketat bagi seluruh anggotanya, termasuk transparansi biaya dan suku bunga serta standar mekanisme perlindungan konsumen.

"Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan," kata Firlie.

>>> BPOM Gratiskan Biaya Registrasi Pangan Olahan untuk UMK

Dampak Positif bagi UMKM

Para pelaku industri di tingkat platform digital menilai bahwa akses pembiayaan ini efektif dalam membantu pelaku UMKM naik kelas.

Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo mengungkapkan transisi positif para peminjam yang memulai dari skala kecil.