Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada perdagangan pagi ini, Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan data Bloomberg Technoz, IHSG melonjak 85,61 poin atau 1,49 persen ke level 5.832 hingga pukul 09:10 WIB.

>>> Kurs Rupiah Menguat ke Rp 17.908 per Dolar AS pada 10 Juni 2026

Kenaikan ini menjadikan IHSG sebagai indeks dengan performa terbaik di kawasan Asia.

Mayoritas bursa Asia lainnya justru melemah.

Indeks KOSPI dan KOSDAQ Korea Selatan, Straits Times Singapura, serta indeks China seperti Shenzhen Composite, CSI 300, dan Shanghai Composite tercatat di zona merah.

Nikkei 225 dan Topix Jepang, TW Weighted Index Taiwan, serta Hang Seng Hong Kong juga ikut tertekan.

Di luar Indonesia, hanya KLCI Malaysia yang menguat 0,32 persen dan PSEi Filipina naik tipis 0,03 persen.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau padat.

Dalam sepuluh menit pertama, volume transaksi mencapai 4,87 miliar saham dengan nilai Rp3,66 triliun dan frekuensi 331.848 kali.

Sebanyak 419 saham menguat, 146 saham melemah, dan 147 saham stagnan.

Sentimen Positif dari Kebijakan Moneter dan Buyback BUMN

BRI Danareksa Sekuritas menyebut gairah pasar dipicu kebijakan moneter Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,5 persen, mendorong penguatan rupiah.

Faktor lain adalah wacana dukungan likuiditas melalui buyback saham emiten BUMN.

>>> OJK Dorong Fondasi Kepercayaan Industri Aset Kripto Nasional

Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan rebound dengan support di 5.630 dan resistance di 5.850, menurut BRI Danareksa.

Kondisi oversold akibat koreksi sebelumnya masih menyisakan ruang penguatan, asalkan rupiah stabil dan sentimen domestik membaik.

Saham rekomendasi BRI Danareksa adalah RATU, BMRI, dan HRTA.