BEI Suspensi Saham ADCP Akibat Penundaan Pembayaran Bunga Obligasi
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan suspensi terhadap saham PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) di seluruh pasar.
Langkah ini berlaku sejak sesi I pra-pembukaan pada 9 Juni 2026.
>>> PT Rukun Raharja Tbk Targetkan Stock Split Saham RAJA Rasio 1:5
Keputusan tersebut diambil karena emiten konstruksi anak usaha BUMN itu menunda pembayaran bunga ke-10 Obligasi III Adhi Commuter Properti Tahun 2023.
Nilai kewajiban yang belum dipenuhi mencapai Rp10,29 miliar.
Berdasarkan keterangan resmi, pembayaran bunga seharusnya efektif dilakukan pada 5 Juni 2026. Keterlambatan ini membuat otoritas bursa menilai adanya keraguan terhadap kelangsungan usaha perseroan ke depan.
Penyebab Penundaan Pembayaran
Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Tbk, Achmad Wachid Abdullah, menjelaskan bahwa perusahaan telah menerima surat permintaan dana dari KSEI pada 20 Mei 2026.
Surat tersebut terkait jadwal pembayaran bunga obligasi kepada para pemegang efek yang tercatat.
"Tanggal efektif pembayaran seharusnya pada 5 Juni 2026 sebelum pukul 14.00 WIB dengan jumlah Rp10,29 miliar," ujar Achmad Wachid Abdullah.
>>> Timnas Putri Indonesia Imbang 1-1 Lawan Kamboja di Garuda Championship
Manajemen mengungkapkan bahwa kendala likuiditas menjadi penyebab utama kegagalan pembayaran. Perlambatan realisasi penjualan dan penurunan penerimaan kas dari proyek yang berjalan menjadi faktor pemicu.
Meskipun langkah mitigasi telah dilakukan untuk mempercepat penerimaan dana, hingga batas waktu jatuh tempo dana tersebut belum dapat diperoleh perusahaan.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Penundaan ini berpotensi memicu konsekuensi hukum sesuai Perjanjian Perwaliamanatan. Hak yang seharusnya diterima pemegang obligasi pun tertunda.
Saat ini, emiten berkode saham ADCP tersebut sedang berkoordinasi dengan Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF) selaku pihak penjamin emisi.
Perusahaan berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan material terkait penyelesaian kewajiban.
>>> Harga Perak Antam 10 Juni 2026 Turun Tajam Menjadi Rp 44.050 Per Gram
Otoritas bursa terus memantau perkembangan restrukturisasi dan pemenuhan kewajiban keuangan perusahaan. BEI meminta publik dan investor untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
Update Terbaru
Ramalan Zodiak Cancer, Leo, dan Virgo 10 Juni 2026: Banyak Peluang Baik
Rabu / 10-06-2026, 10:37 WIB
Tiket Presale BTS Ludes, Calo Jual dengan Harga 5 Kali Lipat
Rabu / 10-06-2026, 10:37 WIB
65 Kode Redeem FF Max Terbaru 10 Juni 2026: Jersey Piala Dunia dan SG2 Golden
Rabu / 10-06-2026, 10:37 WIB
WeTV Siap Tayangkan Serial Samuel Mulai 12 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 10:36 WIB
Bank Raya Pacu Kinerja Kuartal I-2026 dengan Kredit Digital Rp 8,14 Triliun
Rabu / 10-06-2026, 10:36 WIB
Indonesia dan Singapura Sepakat Perluas KEK dan Kawasan Perdagangan Bebas
Rabu / 10-06-2026, 10:36 WIB
Thomas Tuchel Sebut Timnas Inggris Bukan Favorit Utama Piala Dunia
Rabu / 10-06-2026, 10:36 WIB
AGIBOT Gelar APC 2026 di Jakarta, Perkuat Ekosistem Robotika Indonesia
Rabu / 10-06-2026, 10:35 WIB
Pertamina Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter Akibat Tekanan APBN
Rabu / 10-06-2026, 10:35 WIB
Bank Mandiri Dukung Kenaikan BI Rate Jadi 5,5 Persen
Rabu / 10-06-2026, 10:35 WIB
Redmi K100 Siap Meluncur dengan Layar 185 Hz dan Chip Snapdragon 8 Elite Gen 5
Rabu / 10-06-2026, 10:33 WIB
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, AI Penerjemah Suara Real-Time
Rabu / 10-06-2026, 10:33 WIB
Telkomsel Borong Dua Penghargaan di Selular Award 2026
Rabu / 10-06-2026, 10:32 WIB






