PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berencana memecah nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5. Langkah ini diambil untuk mendongkrak likuiditas perdagangan dan memperluas jangkauan investor ritel.

Harga saham RAJA telah menembus Rp4.170 per saham pada penutupan 12 Mei 2026.

>>> Timnas Putri Indonesia Imbang 1-1 Lawan Kamboja di Garuda Championship

Manajemen menilai harga tersebut sudah cukup tinggi sehingga batas minimum investasi untuk 1 lot menjadi kurang terjangkau bagi sebagian pemodal.

Melalui stock split, setiap 1 saham lama akan dipecah menjadi 5 saham baru.

Nilai nominal saham turun dari Rp25 menjadi Rp5 per saham, sementara jumlah saham beredar meningkat dari 4,23 miliar menjadi 21,14 miliar lembar.

Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Juni 2026.

Perseroan telah mengantongi persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia sejak 5 Mei 2026.

>>> Harga Perak Antam 10 Juni 2026 Turun Tajam Menjadi Rp 44.050 Per Gram

Manajemen berharap stock split dapat meningkatkan frekuensi dan volume transaksi saham di bursa. Langkah ini juga diharapkan memperlebar basis pemegang saham serta memacu partisipasi investor ritel.

Peningkatan likuiditas dan jumlah investor dipercaya mampu menciptakan perdagangan saham yang lebih teratur, wajar, dan efisien. Perseroan menegaskan aksi korporasi ini tidak berdampak negatif pada stabilitas keuangan internal.

Jika mendapat restu pemegang saham, distribusi saham baru akan dilaksanakan pada 16 Juli 2026.

Pada tanggal yang sama, saham hasil pemecahan akan mulai diperdagangkan di pasar reguler, negosiasi, dan tunai.

>>> Betrand Peto Rencanakan Kuliah S2 di Belanda, Ambil Jurusan Hukum

Proses stock split telah melalui sejumlah tahapan sejak pengajuan awal pada 17 April 2026. Rangkaian jadwal lengkap meliputi permohonan persetujuan prinsip, pengumuman RUPS, hingga perdagangan perdana saham baru.