PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) memasuki masa cum dividen pada Rabu (10/6/2026) untuk pembagian sisa keuntungan tahun buku 2025.

Emiten produsen perlengkapan kamar mandi ini menetapkan batas akhir periode cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada tanggal tersebut.

>>> Konflik Timur Tengah Picu Pelemahan Pasar Saham Asia Pasifik

Total dividen tunai yang dialokasikan mencapai Rp189 miliar atau 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025, berdasarkan informasi dari Stocksetup.

Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (2/6/2026).

Pemegang saham berhak atas total dividen Rp70 per saham untuk tahun buku tersebut.

Sebelumnya, perusahaan telah menyalurkan dividen interim Rp35 per saham pada Desember 2025.

Sisa pembayaran tunai yang akan diterima investor pada fase ini adalah Rp35 per saham atau Rp3.500 untuk setiap satu lot saham.

Dividen yield yang ditawarkan sekitar 6,2% berdasarkan harga penutupan saham Rp565 per lembar.

Tingkat imbal hasil ini setara dua kali lipat rata-rata suku bunga deposito perbankan umum yang berada di kisaran 3%.

Hal ini memposisikan SPTO sebagai salah satu emiten dengan tingkat pengembalian dividen yang bersaing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dari sisi finansial, perusahaan membukukan total pendapatan Rp2,77 triliun sepanjang 2025, turun 4,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,91 triliun.

>>> Harga Pangan 10 Juni 2026: Beras Super dan Bawang Merah Naik

Penurunan ini dipicu oleh melemahnya penyerapan pasar pada lini bisnis ritel.

Penjualan kepada distributor turun 5,5% secara tahunan (YoY), sementara penjualan ke jaringan dealer terkoreksi 10% YoY.

Namun, penjualan untuk sektor proyek konstruksi masih tumbuh positif 3,7% YoY.