Penurunan pendapatan berdampak pada laba bruto yang turun 2,8% dan laba usaha yang merosot 5,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp270,89 miliar pada akhir 2025, turun dari Rp287,25 miliar pada periode sebelumnya.

Manajemen perusahaan akan fokus pada efisiensi operasional, pengelolaan persediaan yang lebih hati-hati, serta penguatan arus kas untuk menjaga stabilitas bisnis sepanjang 2026.

Langkah strategis lain meliputi inovasi produk dan penguatan strategi branding untuk memperluas basis pelanggan.

Proses administrasi pembagian dividen berlanjut dengan ex dividen pasar reguler dan negosiasi pada 11 Juni 2026, diikuti cum dividen pasar tunai pada 12 Juni 2026.

>>> Harga Emas Antam Jatuh Rp 20.000 pada 10 Juni 2026

Pencatatan daftar pemegang saham yang berhak (recording date) dilakukan pada 12 Juni 2026, dan pembayaran dividen tunai dijadwalkan selesai pada 24 Juni 2026.