Pasar saham Asia Pasifik melemah pada Rabu (10/6/2026) setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap target di Iran.

Ketegangan dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran menembak jatuh helikopter Apache milik AS di Selat Hormuz.

>>> Harga Pangan 10 Juni 2026: Beras Super dan Bawang Merah Naik

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,6 persen, Nikkei Jepang melemah 0,9 persen, dan Kospi Korea Selatan merosot 2 persen.

Harga minyak dunia ikut melonjak.

Kontrak Brent naik 0,9 persen ke US$ 92,29 per barel, sementara West Texas Intermediate menguat 0,8 persen menjadi US$ 88,97 per barel.

Di Indonesia, PT Pertamina menaikkan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp 17.000 per liter per Rabu.

Analis: Risiko Pasar Energi Masih Terkendali

Charu Chanana, Chief Investment Strategist Saxo Singapore, mengatakan harga minyak yang bertahan di sekitar US$ 90 per barel menunjukkan pasar belum memperkirakan gangguan pasokan berkepanjangan.

Namun, risiko repricing lebih besar dapat terjadi jika infrastruktur energi, jalur pelayaran, atau keterlibatan AS semakin meningkat.

>>> Harga Emas Antam Jatuh Rp 20.000 pada 10 Juni 2026

Wall Street juga mengalami penurunan sebelumnya karena investor mengurangi aset berisiko akibat kekhawatiran valuasi saham AI, tensi geopolitik, dan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi tahunan AS bulan Mei yang diperkirakan naik menjadi 4,2 persen, laju tertinggi sejak April 2023.

Data ketenagakerjaan AS yang kuat pekan lalu mengubah proyeksi pasar, dengan investor memperhitungkan kenaikan suku bunga Federal Reserve 25 basis poin pada Desember 2026.

Chanana menambahkan, jika data inflasi lebih tinggi dari perkiraan, akan semakin sulit bagi The Fed untuk memberikan nada kebijakan yang lebih longgar.

Di pasar mata uang, dolar AS menguat. Euro berada di US$ 1,1537 dan poundsterling di US$ 1,337.

Yen Jepang melemah ke level 160,38 per dolar AS mendekati batas intervensi, seiring inflasi harga produsen Jepang Mei yang mencapai laju tercepat dalam tiga tahun.

>>> Studi: Banyak Saran Morning Sickness di YouTube Tak Berdasar Ilmiah

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan dalam rapat di luar jadwal untuk menopang nilai tukar rupiah yang tertekan gejolak global.