Umat Islam tidak diwajibkan membaca doa tertentu pada malam pergantian tahun Hijriah. Setiap Muslim memiliki kebebasan untuk memanjatkan doa kebaikan sesuai dengan kebutuhan dan harapan masing-masing.

Introspeksi Diri di Malam Tahun Baru Islam

Konsep resolusi tahun baru dalam Islam dikenal dengan istilah muhasabah atau introspeksi diri.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menerangkan bahwa seorang mukmin wajib mengevaluasi dirinya sendiri seperti pedagang yang menghitung untung dan rugi harian.

Momen malam 1 Muharram menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan kualitas ibadah dan hubungan antarmanusia.

Beberapa pertanyaan reflektif yang muncul meliputi konsistensi shalat, taubat atas dosa, bakti kepada orang tua, hingga penunaian hak sesama.

Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah

Sebagian ulama menganjurkan pembacaan doa akhir tahun sebelum kalender Hijriah berganti.

Doa ini merefleksikan pengakuan kesalahan, penyesalan dosa, serta harapan agar amal saleh selama setahun terakhir diterima oleh Allah SWT.

Esensi utama dari doa ini terletak pada ketulusan hati dan keinginan kuat untuk memperbaiki diri, sehingga dapat dirapalkan menggunakan bahasa yang dipahami.

>>> Pertamina Patra Niaga Pertahankan Harga Pertalite dan Biosolar per 10 Juni 2026

Sementara itu, doa awal tahun dibaca setelah memasuki malam 1 Muharram.

Doa awal tahun memuat permohonan perlindungan dari godaan setan, kekuatan mengendalikan hawa nafsu, serta bimbingan untuk beramal saleh.

Amalan ini menjadi bentuk pembaruan komitmen spiritual dan pengakuan bahwa manusia membutuhkan pertolongan Allah.

Amalan Istighfar dan Doa Para Nabi

Memperbanyak istighfar menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada malam 1 Muharram untuk membersihkan diri.

Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sendiri beristighfar lebih dari 70 kali sehari meski sudah dijamin ampunannya.