Pergantian tahun dalam kalender Hijriah menjadi momentum spiritual yang sarat makna bagi umat Islam. Malam 1 Muharram merupakan kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup sekaligus menata langkah ke depan.

Banyak Muslim di berbagai belahan dunia mengisi malam Tahun Baru Islam dengan beribadah saat matahari terbenam.

>>> Harga Emas Antam 10 Juni 2026 Anjlok Rp 20.000 Per Gram

Mereka mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui dzikir, membaca Al-Qur'an, memanjatkan doa, serta melakukan muhasabah diri.

Keutamaan Bulan Muharram

Muharram memegang kedudukan istimewa karena termasuk dalam salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.

Keagungan bulan ini tercantum dalam Surah At-Taubah ayat 36 yang menyatakan bahwa terdapat empat bulan yang disucikan dari total dua belas bulan di sisi Allah.

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif Al-Ma'arif menjelaskan bahwa Muharram merupakan pembuka tahun Hijriah.

Umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh pada bulan yang disebut Rasulullah SAW sebagai Syahrullah atau bulan Allah ini.

Keutamaan bulan ini juga ditegaskan dalam hadis riwayat Muslim: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram."

Hukum Doa Awal dan Akhir Tahun

Masyarakat Muslim sering mempertanyakan keberadaan doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW untuk malam 1 Muharram.

Muhammad Sholikhin dalam buku Di Balik 7 Hari Besar Islam menjelaskan bahwa doa awal dan akhir tahun yang populer bukan berasal dari hadis sahih.

Doa tersebut tidak tercantum dalam kitab-kitab hadis utama dari para sahabat maupun tabi'in. Walakin, para ulama memperbolehkan pelafalannya karena memuat permohonan ampunan, perlindungan, dan harapan baik.