Rupiah Melemah ke Rp17.974 per Dolar AS Akibat Tekanan Geopolitik
Nilai tukar rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) luar negeri melemah 0,45 persen ke posisi Rp17.974 per dolar AS pada Rabu, 10 Juni 2026 pagi.
Data Bloomberg Technoz menunjukkan pelemahan ini terjadi setelah rupiah sempat stagnan di level Rp17.899 per dolar AS pada pembukaan perdagangan.
>>> Harga Emas Antam 10 Juni 2026 Turun Rp 20.000 Per Gram
Sebelumnya, rupiah menguat 1,61 persen saat penutupan sesi sebelumnya.
Tekanan dari Konflik AS-Iran
Tekanan eksternal dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah Brent sebesar 1,73 persen ke US$93,03 per barel akibat konflik militer terbaru antara Amerika Serikat dan Iran di lepas pantai Oman.
Situasi tersebut membuat indeks dolar AS bertengger di level 99,98, yang turut menekan mayoritas mata uang Asia seperti baht Thailand, ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan yen Jepang.
Bank Indonesia sebelumnya telah mengambil langkah antisipasi dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen di luar jadwal reguler.
Ekonom Bloomberg Economics Tamara Henderson menilai intervensi tersebut belum cukup kuat memulihkan kepercayaan pasar jika risiko kebijakan dari pemerintah masih dinilai tinggi oleh para investor.
"Kecuali pemerintah melakukan perubahan kebijakan yang kredibel dan mampu secara signifikan mengurangi risiko investasi yang terakumulasi," kata Henderson.
>>> IHSG 9 Juni 2026 Melejit 7,57% ke Level 5.746
Dia menambahkan bahwa bank sentral masih perlu mengambil langkah pengetatan yang lebih agresif pada pertemuan mendatang demi menahan laju penurunan nilai tukar nasional.
Ekonom PT Bank Permata Tbk Faisal Rachman memproyeksikan kebijakan pengetatan moneter lanjutan masih akan berlanjut pada periode berikutnya demi menjaga stabilitas makroekonomi.
"Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menjaga stabilitas makroekonomi dan pasar keuangan," kata Faisal.
Sementara itu, Fixed Income dan Macro Strategist Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi memprediksi bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan lebih tinggi menjadi 6 persen.
"Kami memperkirakan Bank Indonesia akan kembali mengumumkan kenaikan suku bunga pada 18 Juni mendatang sebesar 50 basis poin (bps), sehingga BI Rate menjadi 6%," kata Lionel.
>>> Antam Gelar RUPST Bahas Penggunaan Laba Bersih 2025
Secara teknikal, pergerakan rupiah hari ini masih memiliki peluang rebound menuju level resistansi Rp17.900 per dolar AS hingga Rp17.700 per dolar AS, dengan batasan support psikologis pada level Rp18.100 per dolar AS.
Update Terbaru
Trailer Perdana Reacher Season 4 Tampilkan Musim Paling Besar dan Brutal
Minggu / 26-07-2026, 08:01 WIB
David Spade Ungkap Chris Farley Kecewa Gagal Bintangi The Cable Guy
Minggu / 26-07-2026, 08:01 WIB
Houston Dynamo Jamu Austin FC dalam Laga Rivalitas Wilayah Barat
Minggu / 26-07-2026, 08:00 WIB
Bintang WNBA Tampilkan Mode Tingkat Tinggi di Karpet Oranye All-Star
Minggu / 26-07-2026, 08:00 WIB
Van Tabrak Kerumunan Pride Berlin, Satu Tewas dan 16 Luka
Minggu / 26-07-2026, 08:00 WIB
Thad Jean Hadapi Ernesto Rodriguez Perebutkan Gelar Juara PFL
Minggu / 26-07-2026, 07:57 WIB
20 Game PS2 Terbaik yang Masih Layak Dimainkan Hingga Kini
Minggu / 26-07-2026, 07:57 WIB
Lenovo Legion Y700 Infinite: Tablet Gaming dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Layar OLED
Minggu / 26-07-2026, 07:56 WIB
Bayi Baru Lahir di Surabaya Langsung Dapat Tiga Dokumen Adminduk Gratis
Minggu / 26-07-2026, 07:56 WIB
Sahabat Nolan Wells Akui Awalnya Anggap Pencarian Berlebihan
Minggu / 26-07-2026, 07:56 WIB
4 Shio Beruntung Hari Ini 26 Juli 2026: Naga, Ular, Kambing, dan Kerbau
Minggu / 26-07-2026, 07:56 WIB
Cara Cek Desil Bansos Online dengan NIK KTP, Proses Mudah di Website Kemensos
Minggu / 26-07-2026, 07:56 WIB
3 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Kaki Lebar, Aman buat Daily Training
Minggu / 26-07-2026, 07:51 WIB
Samsung Galaxy Foldable 8 Hadir, Pre-Order Lebih Hemat Pakai Kartu Kredit BRI
Minggu / 26-07-2026, 07:51 WIB







