Pemerintah Indonesia memutuskan memberikan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram untuk 250.000 ton kedelai impor tahap pertama.

Langkah ini diambil untuk menekan harga kedelai di pasaran yang tertekan akibat lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

>>> Timnas Spanyol Siap Bersaing di Fase Grup Piala Dunia 2026

Kebijakan tersebut diumumkan setelah dolar AS menembus level Rp18.000. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa subsidi merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo.

"Nah oleh karena itu tadi kita putuskan disubsidi Rp2.000 per kilogram.

Pemerintah menyediakan untuk 250.000 ton pertama melalui Bulog," ujar Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Subsidi ini bertujuan menjaga pasokan dan keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat di tengah gejolak ekonomi global. Proses administrasi akan segera ditindaklanjuti oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Keuangan.

>>> Valentín Barco Bawa Argentina Unggul atas Islandia Lewat Gol Jarak Jauh

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keputusan strategis ini telah dilaporkan secara resmi kepada Presiden.

"Selanjutnya tentu Menteri Perekonomian bersama Kementerian Keuangan akan membuat surat ke sana, tapi ini sudah dilaporkan ke Bapak Presiden," jelasnya.

Perum Bulog ditunjuk sebagai pelaksana program subsidi di lapangan. Namun, rincian teknis mengenai mekanisme penyaluran belum dipaparkan secara mendetail.

>>> Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026

"Nanti Bulog yang akan mengatur teknisnya seperti apa," terang Zulhas.