India, pasar emas terbesar kedua di dunia, menghadapi tekanan besar setelah menaikkan tarif impor logam mulia. Kebijakan ini justru memicu lonjakan penyelundupan emas ilegal.

Jumlah emas ilegal yang masuk diperkirakan melampaui 100 metrik ton pada tahun 2026. Nilainya setara dengan US$ 14,35 miliar berdasarkan harga saat ini.

>>> Kenaikan Harga Pertamax Bikin Biaya Isi Penuh Avanza dan Xpander Membengkak

Kenaikan tarif impor emas dari 15% menjadi lebih dari dua kali lipat pada Mei 2026 bertujuan menekan permintaan dan defisit perdagangan.

Namun, kebijakan ini justru memperlebar celah bagi pelaku ilegal.

Para penyelundup dapat menawarkan harga jauh lebih kompetitif karena terbebas dari pajak.

Selisih harga emas ilegal bisa mencapai US$ 200 per ons, sementara pedagang resmi hanya mampu memberi diskon maksimal US$ 10.

>>> WhatsApp Wajibkan iPhone Update iOS 15.5 Mulai 30 November 2026

Seorang pedagang emas di Kolkata menyebut margin keuntungan mencapai lebih dari 2,5 juta rupee per kilogram emas batangan.

"Wajar jika masyarakat mencoba mendapatkan keuntungan cepat," ujarnya.

Kerugian negara dari sektor tarif dan pajak penjualan diperkirakan mencapai US$ 2,65 miliar.

>>> Ekonom Yakin Bank of Japan Naikkan Suku Bunga Pekan Depan

Sebelum kenaikan tarif, rata-rata emas ilegal yang diselundupkan ke India mencapai 108 metrik ton per tahun dalam dekade terakhir.