Pembalap Moto2 Indonesia, Mario Suryo Aji, harus menepi dari tiga seri terakhir musim 2026. Ia menjalani operasi akibat cedera retak tulang servikal nomor tujuh (C7).

Kabar ini dikonfirmasi oleh tim Honda Team Asia. Sebelumnya, Mario sempat menunjukkan performa positif dengan finis ke-13 di Moto2 Brasil.

>>> Veda Ega Pratama Ungkap Rahasia Sukses dan Tantangan di Moto3 2026

Cedera tersebut berawal dari kecelakaan fatal di Moto2 Spanyol, Sirkuit Jerez. Meski mengalami keretakan tulang, ia tetap memaksakan diri balapan di Le Mans dan finis ke-21.

Setelah balapan di Prancis, Mario mengaku tidak bisa mengontrol motor dengan baik. Pemeriksaan lanjutan akhirnya mendeteksi cedera tulang leher yang sebelumnya terlewat.

“Seminggu setelah Jerez tidak ada pemeriksaan lebih lanjut. Setelah Le Mans, selama balapan di Prancis, Mario tidak bisa mengontrol motor dengan baik.

Lalu kita memutuskan untuk cek lagi dan baru terdeteksi,” ujar Mario.

>>> Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 118 FIFA Usai Sapu Bersih Kemenangan

Pascaoperasi, Mario mendapat perhatian dari pembalap MotoGP Maverick Vinales. Vinales turut menanyakan kabar dan perkembangan pemulihannya.

“Iya, dia salah satu pembalap yang menanyai kabar Mario setelah operasi dan dia juga sedikit care ingin mengetahui progres-nya lebih lanjut dan apa yang sebenarnya terjadi,” kata Mario.

Hubungan keduanya terjalin karena sering latihan bersama di Spanyol. Vinales dinilai rendah hati dan kerap berbagi cerita soal pemulihan cedera pundaknya.

>>> Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik, Naik ke Peringkat 118 FIFA

“Dan kita kalau di Spanyol selama latihan bareng juga sering ngobrol karena dia juga mempunyai isu di pundaknya yang sulit buat pulih dan ya, salah satu pembalap MotoGP paling humble menurut Mario,” lanjutnya.