Barang belanjaan akan ditangani, disortir, dan dikemas secara profesional oleh petugas pos.

"Kami packing semuanya. Jemaah cukup membawa barangnya dalam kantong plastik.

Nanti kami yang merapikan ke dalam kardus," ujar Karyadi.

Petugas akan memilah dan menyesuaikan ukuran kardus dengan volume barang agar padat dan tidak bergerak selama perjalanan.

>>> Betrand Peto Menangis Lihat Video Viral Sarwendah: Kenapa Bunda Setega Itu?

Setelah pengemasan rampung, petugas melakukan pendataan manifes digital dan menerbitkan nomor resi untuk memantau pergerakan logistik.

Paket kemudian digeser ke titik pengumpulan utama sebelum diangkut ke Jeddah dan diterbangkan menggunakan pesawat kargo ke Indonesia.

Setibanya di bandara tujuan, barang kiriman tetap harus melewati pemeriksaan ketat Bea Cukai sebelum didistribusikan ke alamat rumah.

"Proses pengirimannya bisa memakan waktu 7 sampai 12 hari, tapi mengingat kepadatan lalu lintas penerbangan di Jeddah pasca-Armuzna, kemungkinan ada keterlambatan," ungkap Karyadi.

Ongkos Kirim dan Barang Terlarang

Tarif pengiriman ke wilayah barat dan tengah Indonesia dipatok 23 riyal atau sekitar Rp110 ribu per kilogram.

Untuk wilayah NTT, Gorontalo, dan Sulawesi Utara, ongkosnya 25 riyal atau sekitar Rp120 ribu per kilogram.

Pengiriman ke Papua dan sekitarnya dikenakan tarif khusus 30 riyal atau sekitar Rp144 ribu per kilogram.

Setiap jemaah dibatasi maksimal dua kali pengiriman kargo dan berhak memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk sesuai koridor hukum.

Otoritas penerbangan dan logistik memberlakukan larangan keras terhadap beberapa komoditas, seperti air zamzam dan zaitun dalam jumlah besar.

"Barang yang tidak boleh dikirimkan di antaranya air zamzam, zaitun dalam jumlah besar," kata Karyadi.

Salah seorang jemaah asal Sulawesi Tengah, Jumiati, mengaku lega dengan adanya fasilitas ekspedisi resmi di dekat pemukiman.

Ia tengah bersiap mengirim paket berisi sajadah, kain sorban, dan botol minum tumbler kekinian untuk keluarga di kampung halaman.

"Pakai kargo, kargo Pos. Belum dikirim, baru mau packing," ujar Jumiati.

>>> BRI Sambut Positif Kenaikan BI Rate Jadi 5,50 Persen

Bagi Jumiati, layanan kargo posko memberikan kemudahan bagi jemaah yang ingin memborong buah tangan khas Jazirah Arab tanpa pusing memikirkan batas bagasi.