Kurma manis, sajadah rajut, dan perlengkapan ibadah putih masih menjadi pemandangan umum di tas jinjing jemaah haji saat bersiap pulang dari Tanah Suci.

Namun, di balik riuhnya posko layanan kargo selama musim haji, terungkap cerita unik tentang isi kantong belanjaan jemaah Indonesia di Arab Saudi.

>>> Timnas Indonesia Unggul 1-0 atas Mozambik di Babak Pertama

Banyak jemaah memanfaatkan jasa pengiriman barang lintas benua untuk mengirim buah tangan tak biasa dan berukuran besar yang mustahil lolos pemeriksaan bagasi pesawat.

Wajan penggorengan, teko berkilau, hingga peralatan rumah tangga lainnya mendominasi tumpukan paket yang siap diterbangkan ke berbagai pelosok Nusantara.

Fenomena ini disaksikan langsung Petugas Pos Indonesia di Makkah, Karyadi. Ia mengisahkan bahwa isi paket kiriman jemaah sangat beragam dan kerap di luar perkiraan petugas.

Selain barang umum seperti kurma, pakaian, dan perlengkapan salat, hasrat membawa pulang perabot rumah tangga menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian jemaah.

"Ada wajan, alat-alat rumah tangga, terutama jemaah di daerah Makassar banyak yang kirim teko, sajadah besar, dan lainnya," kata Karyadi.

Komoditas domestik tersebut cukup sering muncul di antara barang bawaan lain dalam paket kiriman jemaah yang memilih jasa kargo udara Pos Indonesia.

Layanan kargo menjadi oase bagi jemaah yang ingin membawa buah tangan melimpah tanpa khawatir kelebihan muatan bagasi saat pulang.

Proses Pengemasan dan Pengiriman

Selama musim haji, PT Pos Indonesia membuka posko pengiriman barang strategis di Makkah dan Madinah untuk menjangkau seluruh wilayah Tanah Air.

Jemaah cukup mendatangi posko resmi atau menghubungi nomor kontak petugas yang disiagakan di sektor pemukiman.