Pemerintah berencana melonggarkan target produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Langkah ini disambut positif oleh pelaku industri alat berat karena dinilai mampu mendorong kembali investasi sektor pertambangan yang sempat tertahan.

>>> George Brown Ultimatum PSBS Biak soal Tunggakan Gaji Empat Bulan

Kelonggaran kuota produksi berpotensi meningkatkan aktivitas operasional perusahaan tambang.

Dengan demikian, kebutuhan armada alat berat baru ikut naik setelah sebelumnya tertekan akibat pembatasan kuota dan keterlambatan persetujuan anggaran.

Direktur PT Intraco Penta Tbk (INTA) Willianto Febriansa memproyeksikan relaksasi ini menjadi katalis positif bagi pemulihan permintaan pasar, terutama menjelang paruh kedua tahun ini.

"Dengan adanya relaksasi RKAB maka pengusaha dapat meningkatkan kapasitas produksi dan penjualannya. Kenaikan produksi akan membutuhkan tambahan alat berat," ujar Willianto.

Sebelumnya, pengetatan regulasi membuat pelaku usaha menahan belanja modal untuk pengadaan unit baru. Hal ini berimbas pada penurunan performa penjualan sektor manufaktur pendukung tambang.

"Selama ini dengan RKAB yang ketat dan jumlah produksi dikurangi maka pengusaha tidak melakukan penambahan investasi alat berat atau capex," kata Willianto.

>>> Raja Isa Soroti Taktik Provokasi Timnas Vietnam U-19

Dampak regulasi ketat terlihat dari performa finansial produsen dan distributor pada triwulan pertama tahun ini. Penjualan alat berat secara umum menurun dibandingkan kuartal I-2025.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan volume produksi akan disesuaikan secara dinamis mengikuti fluktuasi pasar internasional.

"Kita akan melakukan relaksasi yang terukur. Artinya kalau harganya bagus kita akan meningkatkan produksi.

Kalau harganya mulai mentok kita juga akan membuat kebijakan agar supply and demand itu bisa kita jaga," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/6).

Sebelumnya, Kementerian ESDM menetapkan target produksi batu bara dalam RKAB 2026 sekitar 600 juta ton.

>>> China vs Thailand: Laga Persahabatan di Jinhua Sports Centre

Angka ini lebih rendah dari RKAB 2025 sebesar 1,2 miliar ton dengan realisasi produksi nasional sekitar 790 juta ton.