Mantan bek PSBS Biak, George Brown, memberikan ultimatum kepada manajemen klub terkait tunggakan gaji yang mencapai hampir empat bulan.

George mengungkapkan kekecewaannya pada Selasa (9/6/2026) dan menyebut situasi finansial internal tim tidak kondusif.

>>> Raja Isa Soroti Taktik Provokasi Timnas Vietnam U-19

Pemain berusia 27 tahun itu mengaku hengkang sebelum kompetisi BRI Super League 2025/2026 usai pada Mei lalu.

Ia menyatakan bahwa beberapa pemain dan staf belum menerima gaji selama empat bulan, sementara dirinya tertunggak 3,5 bulan.

"Ada pemain dan staf yang empat bulan gajinya belum dibayar. Kalau saya 3,5 bulan.

Saya dan beberapa pemain yang sering main dibayar 50 persen, satu bulan untuk diam," ujar George.

Selain masalah gaji, George juga menyoroti fasilitas latihan yang tidak layak selama musim kompetisi.

"Musim ini sangat berat. Sampai kita tidak ada lapangan untuk latihan, cuma official training dan langsung main.

Hotel juga tidak dibayar sampai pernah kita ditahan saat mau ke bandara di Bali," katanya.

>>> China vs Thailand: Laga Persahabatan di Jinhua Sports Centre

Pemain kelahiran London itu menegaskan kesiapannya membawa masalah ini ke ranah hukum dan FIFA jika tidak ada penyelesaian.

"Ya saya akan lapor ke FIFA dan lewat law firm lain," tegas George.

Ia menambahkan bahwa manajemen hanya berjanji menyelesaikan lewat subsidi liga, namun tidak ada kejelasan meski kompetisi telah berakhir.

"Manajemen cuma sampaikan setiap Minggu bilang liga mau kasih subsidi. Tapi belum tahu kapan, sampai sekarang setelah kompetisi selesai mereka tidak ada itikad baik," ungkapnya.

Eks pemain Persebaya Surabaya itu berharap kasus ini menjadi evaluasi bagi verifikasi keuangan klub Liga Indonesia ke depan.

"Saya berharap semua hak pemain dan staf diselesaikan. Klub harus diverifikasi dengan benar sebelum musim mulai, financial accounts-nya harus sesuai," pungkas George.

>>> Stasiun TV Siarkan Beragam Kompetisi Olahraga Dunia Pekan Ini

Manajemen PSBS Biak diberi batas waktu hingga 10 Juni 2026 untuk menunjukkan itikad baik sebelum laporan resmi diajukan ke FIFA.