Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa penyesuaian volume batas atas produksi akan dikontrol secara ketat sesuai fluktuasi harga di pasar internasional.

Pemerintah menerapkan strategi intervensi pasokan untuk merespons ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

"Kita akan melakukan relaksasi yang terukur. Artinya kalau harganya bagus kita akan meningkatkan produksi.

Kalau harganya mulai mentok kita juga akan membuat kebijakan agar supply and demand itu bisa kita jaga," ujar Bahlil.

Sebelumnya, otoritas sektor energi merancang pagu produksi batubara untuk tahun fiskal 2026 sebesar 600 juta ton.

>>> Kenali Bahaya Unfamiliar Tasking yang Picu Kecelakaan Akibat Ganti Jenis Mobil

Target ini memotong setengah dari pagu tahun 2025 yang mencapai 1,2 miliar ton, dengan realisasi produksi riil nasional menyentuh 790 juta ton.