Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menyebut tugas Menteri Keuangan dalam mengelola fiskal sebenarnya sederhana. Ia mengatakan hanya ada tiga opsi utama yang tersedia.

"Karena tugas dari Menteri Keuangan itu sebetulnya sangat gampang. Dia hanya punya opsi 3.

>>> Jakpro Gandeng Feel Good Network Kelola Naming Rights JIS

Naikkan, potong, pinjem. Itu hanya 3 itu," kata Chatib dalam Grab Business Forum di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menurut Chatib, tiga opsi tersebut meliputi peningkatan pendapatan negara, pemotongan anggaran belanja, atau penarikan pinjaman saat kondisi keuangan tertekan.

"Kalau Anda nggak bisa naikkan, Anda harus potong. Kalau Anda nggak bisa potong, Anda harus pinjem.

As simple as that," ujarnya.

Dalam kondisi ekonomi saat ini, Chatib menilai idealnya sektor perpajakan dinaikkan. Namun, karena biaya pinjaman menjadi sangat mahal, ia menyarankan pemotongan belanja negara secara selektif.

Langkah alternatif lain adalah menerapkan skema pendapatan kombinasi (combined revenue). Di sisi lain, Chatib menilai performa ekonomi domestik tidak seburuk yang dibayangkan banyak orang.

"Yang menarik adalah, situasi di domestik itu nggak seburuk yang dibayangkan. Mungkin bapak/ibu banyak yang tidak setuju sama saya.

Kenapa? Karena kalau dilihat, di kuartal pertama, household consumptionnya itu masih lumayan," kata Chatib.

>>> Profil Jung Kyung Ho Aktor Korea yang Putus dari Sooyoung SNSD Usai 14 Tahun Pacaran, Lengkap: Umur, Agama dan IG

Pertumbuhan konsumsi kuartal pertama didorong belanja masyarakat selama Lebaran dan kontribusi belanja pemerintah sebesar 20% hingga 22%.

Namun, Chatib mengingatkan porsi belanja pemerintah tidak bisa terus dipertahankan di level 22%.

Jika angka tersebut dipaksakan, pemerintah wajib mencari sumber pendanaan alternatif melalui perluasan porsi pajak. Defisit APBN juga menjadi sorotan karena lonjakan belanja belum diimbangi optimal oleh pertumbuhan pajak.

"Pertanyaannya adalah, bisakah government spending ini akan terus setinggi ini ke depan? Karena growth-nya itu 35% spending dari government.

Sementara tax revenue-nya, itu kalau kita lihat, dia tumbuh di sekitar 18%, sementara spending-nya 34%," kata Chatib.

Kekhawatiran muncul terkait perlambatan setoran pajak pada kuartal III dan IV. Situasi ini memicu peluang pemerintah mengambil kebijakan rem belanja.

"Mau nggak mau, itu spending-nya juga akan slowdown. Kalau nggak, budget deficit-nya akan lebih dari 3%.

>>> Sooyoung SNSD dan Jung Kyung Ho Berpisah Setelah 14 Tahun Menjalin Hubungan

Inilah yang menimbulkan anxiety dari orang, dari investor," sebut Chatib.