Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan kebijakan relaksasi kuota produksi batubara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan operasi pertambangan di tengah tekanan biaya operasional akibat penguatan kurs dolar AS.

>>> Jung Kyung Ho Jadi Sorotan Usai Putus dengan Sooyoung SNSD

Kebijakan tersebut juga bertujuan mengoptimalkan penerimaan negara di tengah tren positif harga komoditas global.

Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) menyambut positif rencana ini karena dinilai krusial bagi ketangguhan sektor pertambangan nasional.

Tekanan Biaya Operasional dan Risiko PHK

Direktur Eksekutif API-IMA, Sari Esayanti, menjelaskan bahwa penyesuaian kuota produksi sangat relevan bagi pelaku usaha yang menghadapi lonjakan biaya impor komponen tambang.

Menurutnya, penguatan dolar AS memang menguntungkan dari sisi ekspor, tetapi juga meningkatkan beban biaya operasional.

Sari mengungkapkan bahwa tingginya biaya operasional yang tidak sebanding dengan pembatasan kuota sebelumnya telah memaksa sejumlah perusahaan tambang menghentikan aktivitas produksinya.

"Kebijakan relaksasi dari Kementerian ESDM ini menjadi angin segar yang dapat menjamin keberlanjutan operasi pertambangan dan sangat penting untuk mencegah potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)," ujarnya.

>>> Premi Asuransi Marine Cargo Turun 12,6% pada Kuartal I-2026

Pemerintah membuka peluang penyesuaian ini dengan mencermati dinamika geopolitik internasional, khususnya ketegangan di Timur Tengah yang memengaruhi harga pasar global.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa evaluasi volume produksi akan dilakukan secara dinamis.

"Terkait dengan RKAB yang lain, komoditas yang lain termasuk batubara, kita memperhatikan betul kecenderungan daripada geopolitik ketegangan di Timur Tengah dengan situasi harga global," kata Bahlil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Bahlil menambahkan bahwa optimalisasi jumlah produksi di tengah harga yang baik merupakan kepentingan bersama untuk mendongkrak perekonomian.

"Maka idealnya pemerintah atau pengusaha atau rakyat pun berkepentingan untuk harga bagus, produksi kita juga harus banyak. Supaya apa?

>>> Pelemahan Rupiah Tekan Biaya Operasional Industri Farmasi Nasional

pengusahanya untung, negara untung, rakyat juga bisa mendapat dampak positif," ujarnya.