Di sektor pasar modal, Banggar DPR mendorong OJK dan pemangku kepentingan untuk memperbaiki tata kelola bursa.

Upaya tersebut meliputi peningkatan transparansi kepemilikan saham, penambahan porsi saham publik (free float), serta evaluasi berkelanjutan terhadap organisasi pengatur mandiri (SRO).

Said menegaskan bahwa pemulihan kepercayaan pasar sangat penting karena Indonesia masih menghadapi kebutuhan pembiayaan besar pada 2027.

Beban pembayaran pokok dan bunga utang yang jatuh tempo juga menjadi tantangan.

Pemerintah memperkirakan yield SBN tahun depan berkisar 6,5% hingga 7,3%.

Menurut Said, tingkat imbal hasil yang lebih tinggi memang menarik minat investor, namun juga meningkatkan beban bunga negara.

Ia berharap setiap tambahan biaya pembiayaan dapat diimbangi belanja negara yang lebih produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

>>> Menteri Keuangan Tarik Utang Baru Rp386 Triliun Hingga Mei 2026

Dengan demikian, peningkatan utang dan biaya bunga dapat dikompensasi oleh kenaikan pendapatan negara di masa mendatang.