Selain itu, pengalaman membangun solusi surya di China akan diterapkan untuk mengembangkan proyek percontohan di daerah.

"Kami akan melakukan penelitian dan mencoba memulai dengan beberapa proyek pilot agar bisa membangun model basis yang berkelanjutan di Indonesia.

Termasuk menggunakan renewable untuk membantu rakyat mendapatkan lebih banyak pekerjaan dan meningkatkan pendapatan," lanjut Lu.

Studi kelayakan beserta proposal teknis dan finansial ditargetkan selesai pada semester II tahun ini.

Dalam jangka panjang, perusahaan juga membuka peluang mendirikan fasilitas manufaktur modul surya lokal guna memperkuat rantai pasok nasional.

"Kami cukup percaya diri terhadap prospek investasi di Indonesia. Potensi ekonominya besar dan arah kebijakan energi terbarukan yang sedang dikembangkan pemerintah memberikan keyakinan bagi investor," ujarnya.

Kendati demikian, kepastian regulasi dan insentif fiskal yang stabil dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun ke depan tetap menjadi harapan utama bagi para pelaku usaha berskala besar.

"Kami berharap kebijakan ini bisa lebih berjalan bersamaan dengan investasi yang akan datang, terutama untuk kebijakan tax.

>>> Chatib Basri: Pelemahan Rupiah Terkait Kepercayaan Fiskal Investor

CHINT Group berharap untuk stabilitas kebijakan ini, khususnya kebijakan energi terbarukan bisa bertahan selama 5-10 tahun," tegas Lu.