Perusahaan solusi energi asal China, CHINT Group, menjajaki kolaborasi strategis dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk mengembangkan proyek energi terbarukan di berbagai wilayah Indonesia.

Komitmen investasi jangka panjang senilai USD6-7 juta disiapkan untuk sepuluh tahun ke depan.

>>> DPR Dorong Buyback Saham BUMN untuk Stabilkan Pasar Modal

Kerja sama ini bertujuan mendukung transisi energi hijau sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui pembangunan infrastruktur listrik berskala besar.

Perwakilan CHINT Group, Michael, menjelaskan bahwa komunikasi dengan pemerintah Indonesia telah berjalan selama kurang lebih dua tahun sebelum akhirnya terealisasi dalam komitmen konkret.

"CHINT Group membuat komitmen yang konkret, nanti malam tandatangan MoU.

Timnya sudah dibawa ke sini, sebenarnya orang dibawa untuk langsung membuat action plan-nya, jadi bukan hanya MOU biasa," jelas Michael kepada Kontan.

Pihaknya merasa optimis pemaparan APBN oleh pemerintah mampu meyakinkan pemodal asing untuk berinvestasi. Langkah ini memerlukan konsistensi kebijakan antar kementerian agar daya tarik investasi tetap terjaga.

"CHINT Group juga menjejaki investasi di daerah untuk energi baru dan barukan," sambung Michael.

Potensi Pasar dan Rencana Ekspansi

Rencana ekspansi ini didukung penuh oleh jajaran eksekutif perusahaan yang melihat potensi besar pasar domestik Indonesia dalam peralihan ke sumber energi bersih.

"Kami melihat Indonesia sebagai negara yang sangat potensial.

Saat ini Indonesia sedang menjalani transisi dari energi tradisional menuju energi terbarukan dan kami ingin menjadi bagian dari proses tersebut," ungkap Lu Chuan, CEO Chint Solar.

>>> Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan Sembilan Duta Besar Negara Sahabat

CHINT Group kini tengah mengkaji pembangunan pembangkit listrik swasta (IPP) berbasis energi hijau yang menyasar pasar Singapura melalui jaringan kabel bawah laut.