Nilai ekspor sektor listrik dan elektronik Malaysia berpotensi melampaui 800 miliar ringgit atau sekitar US$ 197 miliar pada tahun ini.

Proyeksi optimistis itu disampaikan oleh Asosiasi Industri Semikonduktor Malaysia, yang mencatat tren kenaikan pengiriman komoditas elektronik ke luar negeri.

>>> Joey Pelupessy Evaluasi Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia

Data menunjukkan nilai ekspor sektor tersebut terus merangkak naik dari 601 miliar ringgit menjadi 711 miliar ringgit pada tahun 2025.

Sektor komponen cip mendominasi dengan kontribusi mencapai 65 persen dari total ekspor industri tersebut.

Optimisme di Tengah Tantangan

Presiden Malaysia Semiconductor Industry Association (MSIA), Wong Siew Hai, menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ini tidak akan melambat.

"Saya tidak melihat pertumbuhan ini melambat. Saya melihat tren ini akan terus berlanjut.

>>> Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026 Usai Insiden Lap Pertama

Bahkan, angkanya bisa lebih tinggi tahun ini," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tantangan kenaikan biaya operasional akibat lonjakan harga helium dari dampak ketegangan di Iran.

Meskipun demikian, Wong menegaskan bahwa operasional pabrik cip domestik saat ini belum mengalami kendala berarti akibat isu geopolitik global itu.

Malaysia kini menargetkan peningkatan investasi dari Jepang guna memperkuat struktur rantai pasok domestik.

>>> Kejaksaan Agung Lebih Cepat dari KPK, Sidik Korupsi Makan Bergizi Gratis

Rencana penguatan ekosistem teknologi ini berjalan beriringan dengan agenda kunjungan kerja resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, ke Jepang selama tiga hari.