Flick sempat menunjukkan reaksi kebingungan ketika para jurnalis menanyakan perihal istilah tradisi mentalitas "semangat Juanito" milik kubu Real Madrid.

>>> Real Madrid Didenda 500 Ribu Euro Akibat Konflik Internal Pemain

"Saya tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu. Saya tidak tahu harus mengatakan apa.

Maaf," tutur Flick.

Lebih lanjut, mantan juru taktik Bayern Munchen itu mengaitkan situasi konflik tersebut dengan prinsip kedisiplinan yang selalu dia terapkan di Barcelona, terutama mengenai pentingnya meredam ego individu demi kepentingan kolektif.

"Saya tidak ingin membahas Real Madrid karena itu bukan tim saya. Tetapi, memang benar, yang terpenting adalah bekerja sebagai tim.

Kami harus selalu berpikir sebagai 'kami', bukan tentang 'saya'," jelas Flick.

Flick menegaskan bahwa setiap tindakan individu di dalam skuad sepak bola profesional wajib memberikan dampak yang positif untuk keseluruhan performa tim.

"Bukan soal ego, melainkan selalu demi tim. Apa pun yang terjadi harus memberi dampak positif bagi tim, dan menurut saya itu penting," tambah Flick.

Masalah komunikasi dinilai Flick sebagai elemen paling krusial untuk menjaga stabilitas dan kesehatan psikologis ruang ganti pemain dari potensi perpecahan.

"Saya pikir yang paling penting adalah semua orang berjalan ke arah yang sama. Kami harus berada di frekuensi yang sama.

Hal seperti ini memang bisa terjadi. Saya tidak akan bilang itu normal, tetapi itu bisa saja terjadi," ucap Flick.

Flick menutup penjelasannya dengan membeberkan metode manajemen yang biasa dia terapkan bersama jajaran staf kepelatihan Barcelona jika menghadapi kendala serupa.

"Karena itu komunikasi jauh lebih penting. Itu nomor satu.

>>> Bayern Munchen Siap Tebus Marcus Rashford, Gaji Jadi Kendala

Biasanya seperti itulah kami mengelolanya di sini. Ketika sesuatu seperti ini terjadi, saya akan memikirkannya," lanjut Flick.