"Jangan diisi hanya orang-orang tim sukses (timses) dan berafiliasi dengan pihak atau partai tertentu," pungkas Hadi.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/6/2026), mengenai penunjukan Lemigas.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memotong rantai birokrasi dan transaksi yang panjang agar tata niaga energi di dalam negeri menjadi lebih efisien.

"Tujuannya apa? Agar memotong mata rantai daripada proses yang selama ini terjadi.

Dan itu bisa government to government (G-to-G).

>>> Rupiah Melemah, Sektor Kesehatan Terancam Dampak Berantai

Kalau Presiden katakanlah melakukan kerja sama dengan negara lain terkait dengan crude itu bisa langsung G-to-G dan ditindaklanjuti lewat Government to Business (G-to-B) lewat negara gitu ya," jelas Bahlil.