Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bergerak bergairah pada sesi I perdagangan Selasa (9/6/2026).

Penguatan ini terjadi setelah saham BBRI sempat mengalami penurunan sebesar 5,47 persen pada perdagangan Senin (8/6/2026) kemarin.

>>> Petugas Sektor IV Madinah Romak Susunan Tim Sambut Jemaah Gelombang II

Berdasarkan data Investor Daily, saham BBRI melonjak sebesar 4,63 persen ke level Rp 2.710 sekitar pukul 11.27 WIB.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 368,35 juta saham dengan frekuensi 47.025 kali, serta nilai transaksi mencapai Rp 963,72 miliar.

Data aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan adanya aksi borong yang memicu kenaikan tersebut.

Emiten perbankan besar ini membukukan net buy senilai Rp 102,4 miliar, yang menjadi angka tertinggi di antara saham-saham pilihan lain.

Pertemuan DPR dengan Dirut Himbara

Lonjakan harga saham BBRI ini terjadi pasca-pertemuan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan para direktur utama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Pertemuan tersebut digelar khusus untuk membahas langkah perbaikan saham di tengah dinamika pasar saat ini.

Sufmi Dasco Ahmad menilai pembicaraan difokuskan pada paket saham BUMN yang secara fundamental memiliki nilai bagus.

>>> Kemensos Buka 5.127 Formasi PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2026

Menurut dia, faktor situasi global menjadi penyebab utama penurunan nilai saham-saham perusahaan pelat merah tersebut.

"Kita berkumpul untuk koordinasi terutama kita akan berdiskusi banyak soal paket sama saham-saham BUMN," kata Dasco saat membuka pertemuan itu di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026) dikutip dari Antara.

Sejumlah pimpinan lembaga keuangan hadir dalam agenda yang dimulai pukul 09.54 WIB tersebut.

Di antaranya adalah Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan, Dirut Indonesia Investment Authority (INA) Oki Ramadhana, Dirut Bank Mandiri Riduan, Dirut PT Taspen Rony Hanityo Aprianto, Dirut BRI Hery Gunardi, dan Dirut BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut mendampingi Dasco dalam ruangan rapat tersebut.

Selain itu, hadir pula COO Danantara Donny Oskaria yang bertugas memperkenalkan masing-masing direktur utama Himbara.

>>> Kemenperin Targetkan Rasio Ekspor Industri Manufaktur Naik Jadi 30 Persen

Kondisi pasar saat ini dinilai menjadi momentum yang sangat tepat untuk melakukan buyback atau pembelian kembali saham-saham BUMN yang memiliki fundamental kokoh tersebut.