Mereka menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan bagi pengguna muda.

Pihak manajemen mengklaim telah mengimplementasikan berbagai langkah mitigasi untuk melindungi remaja dari dampak negatif media sosial.

Dana hasil penyelesaian akan dialokasikan untuk menutup biaya penanganan dampak media sosial pada kesehatan mental siswa dan mendanai program kesehatan mental di sekolah selama 15 tahun ke depan.

Pada awal kasus, gugatan menuntut ganti rugi lebih dari 60 juta dolar AS (sekitar Rp1,08 triliun), termasuk dana jangka panjang untuk pemulihan mental pelajar.

Kasus ini diposisikan sebagai kasus percontohan (bellwether case) dari rentetan gugatan serupa oleh distrik sekolah di berbagai wilayah AS.

Distrik Breathitt County sendiri mengelola sekitar 1.600 siswa.

Perkara ini dipantau ketat karena menjadi salah satu yang pertama sukses melangkah ke tahap persidangan dalam litigasi besar di pengadilan federal California.

Kuasa hukum penggugat menyatakan bahwa fokus tim akan dialihkan untuk menangani lebih dari 1.200 distrik sekolah lain yang mengajukan klaim serupa.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 3.300 gugatan serupa masih berjalan di pengadilan negara bagian California.

>>> Pengusaha Mal Tahan Kenaikan Harga Sewa di Tengah Tekanan Biaya

Sekitar 2.400 kasus lain diajukan oleh pemerintah daerah, distrik sekolah, serta individu yang masih menunggu proses hukum selanjutnya di pengadilan federal.