Pengusaha Mal Tahan Kenaikan Harga Sewa di Tengah Tekanan Biaya
Pengelola pusat perbelanjaan dan pelaku ritel domestik berupaya menahan lonjakan tarif sewa dan harga jual barang.
Langkah ini diambil untuk merespons pembengkakan biaya operasional yang terjadi bersamaan dengan penurunan aktivitas belanja masyarakat.
>>> Bojan Hodak Raih Gelar Pelatih Terbaik Liga Tiga Musim Beruntun
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menjelaskan bahwa sektor ritel saat ini memikul beban operasional yang kian berat.
Situasi diperparah oleh masa sepi pengunjung yang lebih panjang akibat gejolak geopolitik global dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
Faktor utama pemicu pembengkakan biaya adalah lonjakan ongkos logistik dan harga bahan bakar gas.
"Terutama dari sisi harga gas, karena CNG memiliki komponen biaya yang terkait dengan dolar AS," ujar Alphonzus.
Tekanan juga datang dari pola konsumsi musiman yang menurun drastis pasca-Ramadan dan Idulfitri.
Tahun ini masa low season lebih panjang karena puncak konsumsi sudah terlewati sejak kuartal I 2026.
>>> DJI Luncurkan Power 140W GaN Charger dengan Tiga Port Output
Beban ritel semakin berat akibat kenaikan tarif pajak daerah oleh sejumlah pemerintah daerah. Kebijakan ini diambil untuk mendongkrak pendapatan setelah pemotongan alokasi dana dari pusat.
Meski didera kendala finansial, manajemen mal berkomitmen tidak menaikkan harga sewa dalam waktu dekat. Pedagang ritel juga memprioritaskan stabilitas harga jual demi menjaga daya beli konsumen yang melemah.
Para pengusaha memilih fokus memacu volume penjualan melalui promosi dan festival belanja. "Opsinya adalah meningkatkan penjualan.
Kami menyelenggarakan berbagai program, termasuk BINA Holiday," jelas Alphonzus.
Program BINA Holiday & Back to School 2026 mengintegrasikan ritel, pariwisata, perhotelan, dan UMKM untuk mendongkrak perputaran uang selama liburan sekolah.
>>> Timnas Indonesia U-19 Kalahkan Vietnam 2-1, Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19
Gerakan ini mencatat realisasi transaksi Rp 54,9 triliun pada BINA Lebaran 2026, melampaui target Rp 53,38 triliun.
Update Terbaru
Kunjungan Wisatawan Asing ke Nepal Melonjak 19 Persen pada Mei 2026
Selasa / 09-06-2026, 10:33 WIB
Arsenal Kehilangan Kepala Tim Medis Zafar Iqbal Usai Musim Padat
Selasa / 09-06-2026, 10:33 WIB
Google Sewa Infrastruktur AI SpaceX Rp14,9 Triliun per Bulan
Selasa / 09-06-2026, 10:33 WIB
Konsistensi Kebijakan Jadi Kunci Investor Semikonduktor Pilih Singapura hingga Vietnam ketimbang Indonesia
Selasa / 09-06-2026, 10:32 WIB
Bursa Kripto CFX Gelar Konferensi untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Selasa / 09-06-2026, 10:32 WIB
Menteri Perdagangan Pantau Lonjakan Biaya Produksi Tahu Tempe
Selasa / 09-06-2026, 10:32 WIB
Google Sewa Server AI SpaceX Senilai Rp 488 Triliun
Selasa / 09-06-2026, 10:32 WIB
Rupiah Melemah ke Rp18.165 per Dolar AS Akibat Tensi Geopolitik
Selasa / 09-06-2026, 10:29 WIB
6 Earphone Murah dengan Suara Jernih dan Baterai Awet di Erafone
Selasa / 09-06-2026, 10:29 WIB
Pemilik Bengkel Sarankan Ganti Baterai SLA Motor Listrik Sekaligus
Selasa / 09-06-2026, 10:28 WIB
DPR: PPPK Aset Negara, Bukan Beban Anggaran
Selasa / 09-06-2026, 10:28 WIB
Pemilik Bengkel Sarankan Ganti Baterai SLA Motor Listrik Secara Sepaket
Selasa / 09-06-2026, 10:28 WIB
San Antonio Spurs Hadapi New York Knicks di Game 3 Final NBA
Selasa / 09-06-2026, 10:28 WIB
Aturan Baru FIFA Bikin Prancis Bermain dengan 10 Pemain
Selasa / 09-06-2026, 10:25 WIB






