Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) mencatatkan penguatan mayoritas pada penutupan perdagangan Senin (8/6/2026).

Langkah investor memanfaatkan momentum berburu saham murah memicu lonjakan indeks Nasdaq dan saham produsen cip setelah aksi jual masif pada Jumat sebelumnya.

>>> Atletico Nacional Gagal Cetak Gol di Babak Pertama Final Liga BetPlay

Sentimen positif juga didorong oleh penurunan kecemasan investor menyusul pengumuman resmi Iran dan Israel yang menyepakati penghentian sementara aksi saling serang.

Gencatan senjata darurat tersebut diambil setelah desakan langsung dari Presiden AS Donald Trump yang meminta kedua pihak segera menghentikan baku tembak.

Konfrontasi selama 24 jam terakhir itu sempat menjadi bentrokan paling langsung di antara kedua negara sejak gencatan senjata pada April lalu.

Laju indeks saham terpantau melandai mendekati penutupan, meskipun sempat bangkit dari zona merah. Indeks Dow Jones justru berakhir di zona negatif.

Indeks Nasdaq Composite melesat 220,23 poin atau 0,86 persen ke level 25.929,66, sedangkan S&P 500 menguat 21,99 poin atau 0,30 persen menuju posisi 7.405,73.

Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average melemah 80,77 poin atau 0,16 persen dan ditutup pada level 50.786,01.

Kenaikan sektoral dipimpin oleh sektor teknologi di indeks S&P 500 yang tumbuh 1,5 persen, dengan lonjakan tertinggi dibukukan oleh Indeks Semikonduktor Philadelphia sebesar 5,6 persen.

Pemulihan ini berhasil mengembalikan sebagian besar kerugian pada Jumat saat kapitalisasi pasar emiten cip AS sempat menyusut hingga 1 triliun dolar AS dalam sehari.

Pergerakan Saham Teknologi dan Farmasi

Pergerakan pasar pada Senin turut digerakkan oleh sejumlah emiten teknologi serta farmasi.

Saham Intel Corp melejit 11,2 persen setelah media industri melansir laporan bahwa Alphabet Inc (Google) telah menempatkan pesanan raksasa.