Tim nasional Belanda akan menghadapi Uzbekistan dalam laga uji coba terakhir menjelang Piala Dunia 2026.

Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Icahn, New York, pada Senin, 8 Juni 2026 waktu setempat.

>>> Irlandia Utara Siap Sulitkan Prancis pada Laga Uji Coba

Laga ini menjadi simulasi penting bagi skuad De Oranje untuk mematangkan formasi utama. Sebelumnya, Belanda menelan kekalahan mengecewakan 0-1 dari Aljazair pekan lalu.

Koeman Ingin Kembalikan Mentalitas Kemenangan

Pelatih Belanda Ronald Koeman menegaskan akan menurunkan komposisi pemain terbaiknya sejak awal laga. Hal ini sebagai simulasi sebelum pertandingan pembuka Grup F melawan Jepang.

Koeman mengonfirmasi hanya akan melakukan sedikit perubahan karena ingin mematangkan kerangka tim inti. "Kami ingin menggunakan pertandingan pertama untuk melakukan sesedikit mungkin perubahan," kata Koeman.

Ia sengaja menjadwalkan dua laga uji coba beruntun agar seluruh pemain mendapatkan menit bermain yang cukup.

Langkah ini juga memberikan kesempatan bagi pemain cadangan atau yang belum bugar sepenuhnya.

>>> Irlandia Utara Siap Redam Ambisi Perpisahan Timnas Prancis

Setelah pertandingan pertama, Koeman berencana merotasi pemain secara menyeluruh untuk menjaga kebugaran tim. Kehadiran 26 pemain dalam skuad memberikan fleksibilitas taktik yang dibutuhkan.

Perhatian khusus diberikan pada bek Arsenal, Jurrien Timber, yang baru pulih dari cedera pangkal paha. Tim medis Belanda akan melakukan pemeriksaan terakhir untuk menentukan kesiapannya.

Koeman mengatakan akan berdiskusi dengan dokter tim dan Timber untuk memastikan tidak ada risiko cedera kambuhan.

"Jika dia berlatih dan sepenuhnya fit, dia selalu memberikan kesan yang baik," ujarnya.

Di sisi lain, Uzbekistan yang dilatih Fabio Cannavaro bersiap menerapkan strategi defensif solid. Mereka akan mengandalkan formasi lima bek sejajar yang dipimpin Abdukodir Khusanov dari Manchester City.

>>> Prancis Jamu Irlandia Utara di Lille Sebagai Uji Coba Terakhir Sebelum Piala Dunia 2026

Uzbekistan juga mengandalkan serangan balik cepat melalui kapten Eldor Shomurodov untuk menahan gempuran lini serang Belanda.