Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menyatakan kesiapan fasilitas menjelang pembukaan Piala Dunia 2026. Turnamen ini berlangsung di tengah pengetatan keamanan serta regulasi imigrasi.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Markwayne Mullin menegaskan kesiapan departemennya. Koordinasi ketat dilakukan bersama pemerintah negara bagian dan 11 kota penyelenggara di AS.

>>> Luis de la Fuente Puji Kematangan Lamine Yamal Jelang Piala Dunia

"Kami memiliki 78 Super Bowl dalam 38 hari, dan semoga kami berhasil dengan keamanan penuh," kata Mullin.

Pengetatan wilayah perbatasan memicu kritik karena berpotensi membatasi kehadiran penonton internasional. Kebijakan imigrasi Donald Trump menimbulkan kekhawatiran terkait operasi penahanan oleh ICE di sekitar area pertandingan.

FIFA Optimistis dan Strategi Keamanan Meksiko

Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan optimismenya saat berbicara di Markas Besar PBB. Ekspansi peserta menjadi 48 tim nasional menambah total pertandingan menjadi 104 laga.

"Dunia akan berhenti, dan mata dunia akan terfokus pada Amerika Utara," ujar Infantino.

>>> Kroasia Kalahkan Slovenia 2-1 dalam Uji Coba Terakhir Sebelum Piala Dunia 2026

Pemerintah Meksiko meluncurkan Strategi Spesifik Piala Dunia bernama Plan Kukulkán.

Langkah ini dipimpin Sekretaris Keamanan Omar García Harfuch untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan blokade jalan oleh kartel di Guadalajara.

Sistem penjualan tiket bermodel harga dinamis yang diterapkan FIFA menuai keluhan dari organisasi konsumen.

>>> Barcelona Incar Marc Cucurella untuk Gantikan Alejandro Balde

Harga tiket termurah untuk laga final di situs resmi sempat menyentuh ribuan dolar akibat fluktuasi permintaan pasar.