Populasi Prancis diperkirakan mencapai titik puncaknya pada tahun 2037, tujuh tahun lebih cepat dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Jumlah penduduk kemudian diproyeksikan mengalami penurunan secara bertahap hingga kembali ke level yang hampir sama dengan tahun 2014 pada dekade-dekade berikutnya.

>>> Harga Bitcoin Merosot 12 Persen Sepekan Akibat Tekanan Pasar Kripto

Proyeksi demografi terbaru ini dirilis oleh badan statistik nasional Prancis, Institut National de la Statistique et des Études Économiques (INSEE), pada Senin (8/6/2026), seperti dilansir dari Reuters.

Selama bertahun-tahun, Prancis dikenal memiliki kondisi demografi yang lebih kuat dibandingkan sebagian besar negara di Eropa.

Namun, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia serta menurunnya angka kelahiran menunjukkan bahwa negara tersebut tidak kebal terhadap tekanan demografi.

Tekanan ini saat ini sedang membebani keuangan publik di berbagai negara Eropa.

Menurut INSEE, pertumbuhan alami penduduk Prancis, yang merupakan selisih antara jumlah kelahiran dan kematian, sudah berubah menjadi negatif pada tahun 2025.

Pertumbuhan ini diperkirakan akan tetap berada di wilayah negatif dalam beberapa dekade mendatang sehingga pertumbuhan jumlah penduduk hingga tahun 2037 sepenuhnya akan ditopang oleh migrasi.

Populasi Prancis diperkirakan meningkat dari 69,1 juta jiwa pada 2026 menjadi sekitar 69,8 juta jiwa pada 2037.

Setelah itu, jumlah penduduk akan mulai menyusut hingga mencapai sekitar 65,9 juta jiwa pada tahun 2070, atau hampir setara dengan jumlah penduduk pada tahun 2014.

Proyeksi terbaru ini berbeda dengan perkiraan INSEE sebelumnya yang dirilis pada 2021.

Saat itu, lembaga tersebut memperkirakan populasi Prancis baru akan mencapai puncaknya pada 2044 dengan jumlah sekitar 69,3 juta jiwa.

>>> Jemaah Haji Indonesia Padati Al Balad Jeddah untuk Berburu Oleh-oleh