Sebuah studi terbaru dari West Virginia University (WVU) mengungkapkan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius pada ibu dan janin.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association ini mengamati 500 ibu hamil di trimester pertama dari West Virginia, Pennsylvania, dan Iowa.

>>> Gempa Magnitudo 7,8 Guncang Filipina Selatan, 15 Tewas

Data menunjukkan bahwa dua dari lima perempuan yang duduk selama 10 jam atau lebih per hari mengalami hasil kehamilan buruk, seperti hipertensi gestasional, preeklamsia, diabetes gestasional, kelahiran prematur, atau bayi kecil untuk usia kehamilan.

Sebaliknya, kondisi serupa hanya dialami oleh satu dari lima perempuan dengan waktu duduk sekitar tujuh jam per hari.

Risiko Dua Kali Lipat

Profesor Bethany Barone Gibbs dari WVU School of Public Health menjelaskan bahwa perempuan yang duduk lebih dari 10 jam sehari mengalami dua kali lebih banyak masalah kehamilan dibandingkan mereka yang duduk lebih singkat.

"Banyak duduk mungkin kurang sehat selama kehamilan, tetapi risiko tambahan ternyata lebih besar dari yang kami duga," ujarnya.

Kenaikan kasus komplikasi kehamilan dalam dua dekade terakhir mendorong peneliti mencari solusi alternatif yang praktis.

"Hasil kehamilan yang merugikan, terutama preeklamsia dan hipertensi gestasional, telah menjadi jauh lebih umum," kata Gibbs.

Alternatif Selain Olahraga

Meskipun olahraga intensitas sedang hingga tinggi dapat menurunkan risiko, program semacam itu sulit diakses banyak ibu hamil karena kelelahan, mual, perubahan tubuh, dan nyeri muskuloskeletal.

>>> Film Backrooms Cetak Sejarah, Pendapatan Global A24 Capai US$212,6 Juta

Tim peneliti pun fokus pada pengurangan waktu duduk dan peningkatan aktivitas fisik ringan sebagai alternatif.