Format komunikasi visual dalam industri event nasional mengalami pergeseran besar.

Penyelenggaraan konferensi dan pameran kini kian marak memanfaatkan layar digital untuk menggantikan media cetak konvensional seperti spanduk atau papan informasi.

>>> 5 Rute Trekking Terbaik di Sentul untuk Liburan Musim Kemarau

Digitalisasi visual ini tidak sekadar mengubah estetika acara. Langkah tersebut juga merefleksikan perubahan ekspektasi peserta serta cara penyelenggara dan brand dalam menghitung efektivitas komunikasi.

Salah satu contoh penerapan tren ini adalah Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026.

Acara tersebut berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, pada Kamis (4/6/2026) dan Jumat (5/6/2026).

Dalam konferensi martech expo bertema “MOVE • ADAPT • PLAY” yang diinisiasi oleh SVO. AI itu, lebih dari 20 unit layar interaktif beresolusi 4K dioperasikan.

Pasokan perangkat visual digital tersebut dihadirkan oleh PT Fortu Digital Teknologi, perusahaan teknologi visual berbasis di Jakarta.

Acara berskala internasional ini turut mengundang pembicara global kenamaan di bidang pemasaran digital. Beberapa di antaranya adalah Neil Patel dan Peng Joon.

Selama IDMC 2026, digital signage ditempatkan secara strategis di beberapa titik krusial.

Perangkat ini terpasang mulai dari area entrance, booth sponsor, hingga conference hall untuk menampilkan jadwal, materi sponsor, dan navigasi.

Sementara itu, unit interactive flat panel (IFP) difungsikan pada ruang sesi paralel atau classroom.

Kehadirannya berguna untuk menyokong presentasi dan diskusi panel, termasuk memfasilitasi sesi yang melibatkan pemateri dari luar lokasi acara.

Secara teknis, digital signage adalah layar digital yang kerap dipasang di ruang publik untuk menyiarkan informasi dinamis seperti video, foto, maupun pengumuman.

Ukurannya bervariasi, mulai dari model standing setinggi manusia di koridor hingga layar raksasa di panggung utama.