Kebiasaan menutup paksa aplikasi yang berjalan di latar belakang ternyata tidak efektif menghemat baterai HP. Sebaliknya, tindakan ini justru dapat membuat daya baterai lebih cepat habis.

Smartphone modern memiliki sistem pengelolaan memori (RAM) yang cerdas. RAM dapat menghentikan proses aplikasi latar belakang secara otomatis sehingga tidak mengonsumsi daya saat tidak digunakan.

>>> Kronologi Tyo Nugros Dicekal saat Hendak Konser Dewa 19 di Malaysia

Ketika aplikasi ditutup paksa dan dibuka kembali, prosesor harus bekerja lebih keras untuk memuat ulang dari awal.

Proses loading ini membutuhkan energi lebih besar dibandingkan membiarkan aplikasi tetap di latar belakang.

Membiarkan aplikasi terbuka di latar belakang justru memungkinkan akses instan saat dibutuhkan.

>>> Amerika Serikat Diduga Hancurkan Jet Tempur F-14 Tomcat Milik Iran

Sistem HP modern sudah mampu mengatur kapan harus mempertahankan atau menghentikan aplikasi secara otomatis saat RAM penuh.

Kapan Sebaiknya Menutup Aplikasi Latar Belakang?

Meski umumnya tidak disarankan, ada beberapa situasi yang tepat untuk menutup aplikasi latar belakang. Pertama, saat aplikasi mengalami macet atau error, menutup dan membukanya kembali dapat menyegarkan program.

Kedua, untuk aplikasi yang terus berjalan di latar belakang meski tidak dipakai, seperti aplikasi peta atau navigasi yang mengakses GPS.

>>> Dicekal Saat Mau ke Malaysia, Tyo Nugros Batal Tampil di Konser Dewa

Ketiga, untuk aplikasi yang benar-benar tidak akan digunakan lagi agar halaman latar belakang lebih rapi.