Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) mengevaluasi ketersediaan fasilitas toilet untuk jemaah perempuan di Mina pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Evaluasi ini disampaikan di tengah apresiasi terhadap kesuksesan program haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan.

>>> AS Usulkan Tarif Impor 10 Persen untuk Indonesia

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenhaj RI, Puji Raharjo, mengonfirmasi keberhasilan program inklusif tersebut saat melepas Kloter LOP 6 asal Lombok di King Abdulaziz International Airport pada Minggu (7/6) malam.

"Terkait dengan ramah lansia, sudah banyak testimoni dari jemaah.

Tadi kita melihat sendiri dua jemaah lansia yang memberikan respons yang cukup baik terhadap pelayanan kita," ujar Puji di Bandara Jeddah.

Kemenhaj RI juga menggandeng Komisi Nasional Disabilitas (KND) dari tahap persiapan hingga kepulangan demi memastikan pelayanan maksimal bagi penyandang disabilitas.

"Alhamdulillah, berdasarkan testimoni dari teman-teman disabilitas, tahun ini layanan disabilitas cukup mendapat apresiasi. Kaum disabilitas memang harus mendapatkan perhatian khusus," tambah Puji.

Langkah konkret lain yang diambil adalah memperbanyak jumlah petugas dan pembimbing ibadah perempuan. Strategi ini dirancang karena kuota jemaah haji Indonesia didominasi oleh perempuan.

"Musim haji tahun ini adalah rekor terbanyak untuk keterlibatan petugas perempuan. Begitu juga dengan pembimbing ibadah perempuan yang kita perbanyak.

Karena jemaah haji Indonesia sebagian besar adalah perempuan, maka petugas perempuan di layanan umum, layanan kesehatan, maupun layanan ibadah terus kita tingkatkan," jelas Puji.

>>> Kawasaki Siapkan Motor Baru di Jakarta Fair 2026, Diduga Skutik

Catatan Toilet di Mina

Kendati operasional haji dinilai sukses, sarana toilet jemaah perempuan di Mina diakui belum sebanding dengan kebutuhan di lapangan.