PT Bank CIMB Niaga Tbk memperkuat layanan Commercial Banking guna mendukung ekspansi bisnis nasabah perusahaan skala menengah hingga besar di Indonesia.

Langkah ini diambil untuk merespons pertumbuhan ekonomi nasional yang positif serta meningkatnya kebutuhan pembiayaan korporasi.

>>> Bank DBS Indonesia Perkuat Pendanaan Lewat RupiahCepat

Head of Commercial Banking CIMB Niaga Christian Prajitno menjelaskan bahwa segmen ini memegang peran krusial dalam membantu efisiensi operasional dan pengembangan usaha korporasi.

Menurutnya, permintaan pembiayaan untuk ekspansi usaha masih sangat besar seiring stabilitas ekonomi domestik.

"Segmen ini melayani perusahaan skala medium hingga besar yang membutuhkan pembiayaan dan layanan transaksi dengan kompleksitas lebih tinggi," ujar Christian.

Pihak perseroan terus menyelaraskan strategi dengan dinamika pasar melalui pemahaman mendalam terhadap kebutuhan nasabah serta pengelolaan kualitas aset secara konsisten.

Sektor manufaktur, perdagangan, dan agribisnis menjadi penopang utama dalam portofolio pembiayaan CIMB Niaga. Industri pengolahan tercatat sebagai salah satu kontributor pembiayaan paling tinggi.

>>> Pemerintah Salurkan Bansos PKH Tahap 2 Juni 2026 Secara Bertahap

Selain modal ekspansi, bank ini menyediakan solusi cash management, payroll, dan sistem pembayaran digital. Layanan payroll otomatis mempermudah distribusi gaji karyawan secara massal.

Manajemen kas didukung fitur virtual account dan cash pooling demi transparansi arus kas secara real-time.

Dalam ranah digitalisasi, platform OCTOBIZ disediakan sebagai dashboard terintegrasi untuk mengelola arus kas, transaksi lintas negara, pembayaran pajak, hingga supply chain financing.

CIMB Niaga juga mengimplementasikan pendekatan berbasis ekosistem untuk menghubungkan pelaku usaha dari hulu ke hilir.

Komitmen keuangan berkelanjutan didorong melalui inisiatif GreenBizReady untuk membantu transisi bisnis ramah lingkungan.

>>> Florentino Perez Kembali Pimpin Real Madrid hingga 2030

Ekspansi ke depan difokuskan pada pemetaan potensi ekonomi daerah, seperti komoditas agribisnis kelapa sawit, kopi, dan karet di wilayah Sumatera.