Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadwalkan kunjungan kerja ke China dan Eropa mulai Selasa, 16 Juni 2026.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempromosikan surat berharga negara berdenominasi valuta asing (SBN valas) di kedua kawasan.

>>> Timnas U19 Indonesia Pastikan Semifinal ASEAN U19 Championship 2026 Usai Kalahkan Vietnam

Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi pengelolaan pembiayaan negara.

Otoritas fiskal telah menetapkan target penerbitan SBN valas berdenominasi renminbi yuan atau Panda Bond pada paruh kedua tahun ini.

Meyakinkan Investor Internasional

Selain menawarkan obligasi, lawatan ini juga dimanfaatkan untuk meyakinkan para pemodal internasional mengenai stabilitas kebijakan dan fundamental ekonomi domestik.

"Minggu depan saya akan ke China tanggal 16 untuk promosi Panda Bond jadi diversifikasi ya, terus juga akan ke Inggris, habis itu untuk Euro Bond, investor meeting dengan Eropa untuk meyakinkan investor di sana," ujar Purbaya.

>>> Pendaki Wanita Malaysia Ditemukan Selamat Usai Hilang 14 Hari di Gunung Batu Putih

Menkeu menekankan pentingnya menjaga stabilitas imbal hasil atau yield SBN agar beban bunga utang pemerintah tetap terkendali.

Kemenkeu mencatat yield sejauh ini relatif aman meskipun pasar keuangan dalam negeri menghadapi tantangan arus modal asing keluar.

"Enggak perlu strategi yang terlalu khusus tapi yang jelas strateginya adalah diversifikasi," kata Purbaya.

Berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan, pergerakan modal internasional sepanjang tahun 2026 membukukan aksi beli bersih (net inflow) total mencapai Rp32,8 triliun.

>>> Merdeka Gold Resources Tambah Inventaris Emas 445.000 Ons dari Prospek Kolokoa

Secara rinci, dana asing keluar dari instrumen SBN senilai Rp10,8 triliun dan pasar saham Rp56,4 triliun, namun terjadi arus modal masuk ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp99,9 triliun.