Cell imbalance atau ketidakseimbangan tegangan antar sel pada baterai lithium-ion kerap menurunkan performa motor listrik, mengurangi jarak tempuh, dan mengganggu proses pengisian daya.

Masalah ini ditangani oleh bengkel spesialis dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh sel baterai.

>>> Poltek Nuklir Buka Pendaftaran Jalur Ujian Tulis Gelombang 2

Abdulah, pemilik bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, menjelaskan bahwa penanganan baterai yang mengalami kendala tersebut memerlukan pembongkaran total paket baterai.

"Prosesnya pasti pertama kita bongkar dari pack baterainya. Pack baterainya kita bongkar, kemudian kita melakukan pengecekan sel satu per satu," kata Abdulah.

Pemeriksaan mendetail mencakup pengukuran parameter kelistrikan agar seluruh sel baterai berada dalam kondisi setara.

"Voltasenya harus rata semua, kapasitasnya juga harus rata semua," ujar Abdulah.

Setelah pembongkaran, jika ditemukan ketidaksetaraan daya, langkah pertama adalah melakukan balancing untuk meratakan voltase dan kapasitas.

Prosedur penyelarasan ini bertujuan menyamakan tegangan dan kapasitas agar semua sel bekerja seragam.

>>> Danantara Pastikan Kontrak Ekspor SDA Tetap Berjalan Normal

Jika perbedaan tegangan terlalu jauh, sistem manajemen baterai (BMS) akan membatasi performa demi keamanan atau baterai menjadi cepat habis.

Langkah penutup perbaikan melibatkan pengosongan total daya baterai hingga nol, lalu diisi ulang hingga penuh.

"Setelah itu, kita drain sampai nol, lalu kita isi penuh lagi sampai full. Jadi semuanya kembali rata.

Biasanya seperti itu," ujar Abdulah.

Setelah proses balancing, baterai diuji kembali untuk memastikan keseragaman tegangan. Sel yang rusak permanen akan langsung diganti.

>>> Timnas Curacao Viral Naik Bus Sekolah Tanpa Jendela Jelang Piala Dunia 2026

Faktor pemicu cell imbalance antara lain perbedaan karakteristik bawaan pabrik, usia pakai kendaraan, serta kebiasaan pengisian daya yang keliru, seperti membiarkan baterai kosong terlalu lama.