Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) menyebabkan kerusakan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Sejumlah rumah warga dan fasilitas umum dilaporkan rusak akibat guncangan gempa dangkal tersebut. Guncangan juga memicu peringatan tsunami di kawasan pesisir.

>>> Bursa Korea Selatan Anjlok Hampir 9 Persen, Kekhawatiran Suku Bunga AS Picu Aksi Jual

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado, Nuriadin Gumeleng, membenarkan adanya laporan kerusakan di Talaud. "Iya ada (laporan kerusakan) di daerah Talaud.

Ada rumah warga," ujarnya.

Selain rumah, bangunan keagamaan juga terdampak. Namun, data pasti mengenai jumlah kerusakan masih dalam proses verifikasi oleh petugas gabungan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara bersama Basarnas Manado telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pendataan menyeluruh.

Petugas juga memberikan edukasi dan peringatan dini kepada masyarakat di pesisir kepulauan. Status kedaruratan gelombang pasang masih diberlakukan.

>>> Sinopsis Hellboy (2019) di Bioskop Trans TV Hari ini 8 Juni 2026

"Kami sosialisasi ke masyarakat ke wilayah terdampak untuk menyampaikan lebih berhati-hati karena statusnya (tsunami) belum dicabut. Kami masih memantau juga di pesisir kepulauan," jelas Nuriadin Gumeleng.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 07.37.42 WITA dengan episentrum di laut pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT.

Pusat gempa berada di kedalaman 47 kilometer, berjarak sekitar 244 kilometer dari Sulawesi Utara. Pulau Karatung menjadi lokasi terdekat dengan episentrum.

Gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik.

>>> Kisah Mbah Painah: Penjual Daun Pisang Wonosobo yang Tangguh Berhaji

Gelombang tsunami pertama setinggi 9 sentimeter terdeteksi di Loloda, Halmahera Barat, Maluku Utara, pada pukul 07.20 WIB.