Indeks acuan KOSPI Korea Selatan mengalami kejatuhan parah pada Senin (8/6/2026) dengan penurunan hampir 9 persen.

Penurunan tajam ini memicu penghentian perdagangan saham sementara atau circuit breaker untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir.

>>> Sinopsis Hellboy (2019) di Bioskop Trans TV Hari ini 8 Juni 2026

Aksi jual massal terjadi setelah rilis data pekerjaan Amerika Serikat yang kuat, memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS (The Fed).

Saham raksasa teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix memimpin koreksi dengan masing-masing merosot lebih dari 10 persen pada awal perdagangan.

Kapitalisasi pasar kedua produsen chip tersebut sebelumnya telah melonjak lebih dari 150 persen dan 200 persen sepanjang tahun ini, menyumbang separuh dari indeks acuan.

Sistem pembatasan perdagangan otomatis diaktifkan pada pukul 00:03 GMT selama 20 menit untuk meredam kepanikan.

Setelah pembatasan gelombang kedua jenis sidecar diterapkan, pelemahan indeks KOSPI berhasil sedikit tertahan menjadi 5,4 persen pada pukul 02:16 GMT.

Di pasar mata uang, won Korea justru menguat 0,5 persen ke posisi 1.551,4 per dolar AS setelah otoritas setempat menggelar pertemuan darurat.

Pemerintah berjanji mengambil langkah tegas guna memerangi aksi perdagangan spekulatif yang menekan mata uang ke level terlemahnya sejak 2009 pada hari Jumat sebelumnya.

>>> Kisah Mbah Painah: Penjual Daun Pisang Wonosobo yang Tangguh Berhaji

Kejatuhan di Seoul ini mengekor performa buruk bursa Wall Street pada akhir pekan lalu, di mana indeks Nasdaq jatuh 4,2 persen dan Indeks Semikonduktor Philadelphia merosot 10 persen.

Tekanan juga datang dari investor asing yang melakukan penjualan bersih senilai 1,2 triliun won, memperpanjang tren divestasi mereka selama 21 sesi berturut-turut.