RAM DDR5 buatan ChangXin Memory Technologies (CXMT) yang sempat diharapkan hadir dengan harga terjangkau ternyata tidak sesuai ekspektasi.

Informasi ini terungkap dari pengakuan sejumlah produsen memori dalam ajang Computex 2026.

>>> Gugatan 3,8 Juta Bitcoin di New York Terancam Gagal

Harga chip memori CXMT hampir setara dengan produk dari tiga raksasa industri, yaitu Samsung, SK Hynix, dan Micron.

Daya tarik utama CXMT bukan pada harga murah, melainkan pada kepastian ketersediaan stok yang melimpah.

Pasokan aman terjadi karena CXMT tidak memprioritaskan lini produksi untuk memori premium kecerdasan buatan (AI), berbeda dengan kompetitor.

>>> AMD Komitmen Perpanjang Umur Platform AM5 hingga 2029

Sistem Kerja Sama Fleksibel Tanpa Denda

Selain ketersediaan produk, CXMT menawarkan sistem kerja sama yang lebih fleksibel. Vendor yang ingin mengamankan pasokan ekstra tidak akan dikenakan denda tambahan.

Saat ini, beberapa vendor global tengah dalam tahap validasi untuk mengadopsi chip memori tersebut. Implementasi awal akan dibatasi untuk lini RAM kelas mainstream.

>>> Ratusan Matematikawan Peringatkan Pemerintah Soal Klaim AI

Produk akan didistribusikan ke pasar Tiongkok terlebih dahulu. Setelah memenuhi pasar domestik, produk baru akan disebarluaskan secara global, termasuk ke Indonesia.