Persija Jakarta dilaporkan tengah membidik Shin Tae-yong untuk mengisi kursi pelatih yang ditinggalkan Mauricio Souza.

Manajemen tim ibu kota dikabarkan akan mengumumkan pelatih anyar pada Senin, 8 Juni 2026 siang WIB.

>>> Mengenal Ikan Gabus Raksasa, Predator Air Tawar yang Agresif dan Invasif

Shin Tae-yong dibebani target besar jika resmi menangani Persija. Juru taktik berusia 55 tahun itu diharapkan membawa Macan Kemayoran meraih gelar juara Super League musim depan.

Pengalaman lima tahun bersama Timnas Indonesia menjadi modal berharga bagi Shin Tae-yong. Namun, rekam jejaknya di level klub belakangan ini masih dipertanyakan.

Petualangan terakhir Shin Tae-yong di klub terjadi saat menangani Ulsan HD pada Agustus 2025.

Ia diharapkan membangkitkan tim yang sedang terpuruk, meski Ulsan HD adalah juara K League 1 tiga musim beruntun.

Awal kariernya di Ulsan HD sempat meyakinkan dengan kemenangan 1-0 atas Jeju SK. Namun, setelah itu performa tim merosot tajam dengan tiga kekalahan beruntun.

Secara keseluruhan, Shin Tae-yong hanya mampu meraih dua kemenangan dari sepuluh pertandingan bersama Ulsan HD. Sisanya berakhir dengan empat kekalahan dan empat hasil imbang.

Kebersamaan itu hanya bertahan dua bulan sebelum manajemen Ulsan HD memecatnya. Pemecatan ini diiringi kabar friksi antara Shin Tae-yong dengan sejumlah pemain senior.

Kiprah di Federasi dan Manajemen Seongnam FC

Sebelum melatih Ulsan HD, Shin Tae-yong sempat menduduki posisi strategis di luar lapangan setelah dipecat PSSI pada Januari 2025.

>>> Lamine Yamal Dipastikan Absen Lawan Peru Akibat Cedera Hamstring

Alasan pemecatan meliputi dinamika kepemimpinan, kendala bahasa, dan evaluasi taktik.

Setelah itu, Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) mengangkatnya sebagai Wakil Presiden pada April 2025.