Pemilik sepeda motor listrik diimbau untuk melakukan pemeriksaan kendaraan secara berkala setiap enam bulan sekali. Langkah ini penting untuk mendeteksi potensi kerusakan komponen lebih awal.

Meskipun motor listrik dikenal minim perawatan rutin dibandingkan motor konvensional, pemeriksaan berkala tetap krusial. Banyak pemilik baru yang baru datang ke bengkel setelah kendaraannya mengalami kerusakan fatal.

>>> Mobil MPV Bekas Masih Dominasi Pasar Indonesia, Ungguli SUV

Pemilik Bengkel Sepeda Motor Listrik DyVolt EV Shop, Adi Siswanto, mengungkapkan bahwa mayoritas unit yang masuk ke tempatnya mengalami masalah pada tiga sektor vital.

Kerusakan tersebut meliputi dinamo, kontroler, dan baterai.

"Yang paling banyak datang ke tempat kami itu servis perbaikan dinamo, kontroler, dan baterai," kata Adi kepada Kompas.

com di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).

Ketiadaan jadwal wajib penggantian oli membuat pengguna sering mengabaikan pengecekan kondisi fisik motor. Akibatnya, mekanik kerap menerima kendaraan yang sudah mogok atau tidak berfungsi optimal.

"Pada dasarnya kendaraan listrik tidak ada perawatan berkala seperti motor bensin. Biasanya dibawa ke bengkel saat sudah terjadi masalah atau kerusakan," ujar Adi.

Anjuran pemeriksaan berkala per semester bertujuan memantau kesehatan motor penggerak atau BLDC yang beroperasi konstan.

Selain itu, sistem kelistrikan dan daya tahan baterai menjadi fokus utama dalam pemeliharaan preventif.

>>> Ford Mustang Shelby GT500KR 1968 Karatan Dilelang, Harganya Bisa Selangit

"Yang paling bagus sebenarnya melakukan perawatan. Kami selalu menganjurkan customer untuk servis enam bulan sekali," kata Adi.

Deteksi dini pada daya tampung baterai membantu pengguna mengantisipasi biaya pengeluaran di masa mendatang. Mekanik dapat memberikan proyeksi sisa umur pakai sebelum pasokan daya melemah drastis.